CURUPEKSPRESS.COM - Black garlic atau bawang hitam semakin diminati masyarakat karena cita rasanya yang unik serta kandungan nutrisinya yang dinilai bermanfaat bagi kesehatan. Berbeda dengan bawang putih segar yang memiliki aroma dan rasa tajam, bawang hitam menawarkan sensasi manis lembut dengan sedikit rasa asam, menyerupai molase. Informasi kesehatan yang dipaparkan oleh Halodoc juga menyebutkan bahwa proses pengolahannya membuat kandungan antioksidan di dalamnya meningkat, sehingga banyak orang tertarik menjadikannya sebagai pelengkap pola hidup sehat. Namun demikian, meskipun tergolong alami, konsumsi bawang hitam tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan efek samping.
Black garlic adalah bawang putih biasa yang telah melalui proses fermentasi dalam suhu dan tingkat kelembapan tertentu selama kurang lebih dua hingga empat minggu. Selama proses tersebut, terjadi reaksi kimia alami yang dikenal sebagai reaksi Maillard, yang menyebabkan perubahan warna menjadi hitam, tekstur lebih lembut, serta rasa yang lebih manis. Selain perubahan fisik, fermentasi juga meningkatkan kadar antioksidan, seperti S-allyl-cysteine, yang berperan dalam menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa bawang hitam kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari menjaga daya tahan tubuh hingga membantu mengontrol tekanan darah.
BACA JUGA:Daftar Hp untuk Desain Grafis dan Konten Kreator
BACA JUGA:Cara Mendidik Anak dengan Menerapkan Pola Asuh
Meski memiliki sejumlah keunggulan, konsumsi bawang hitam tetap harus bijak. Berikut beberapa hal penting yang perlu dipahami.
1. Potensi Gangguan Pencernaan
Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber kesehatan, termasuk Halodoc, konsumsi bawang hitam dalam jumlah berlebihan dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain perut kembung, mual, diare, atau nyeri lambung. Kondisi ini umumnya terjadi karena senyawa aktif di dalam bawang hitam merangsang produksi asam lambung. Pada individu dengan riwayat penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), gejalanya bahkan bisa terasa lebih berat.
2. Risiko Interaksi dengan Obat
Bawang hitam memiliki efek alami yang dapat membantu mengencerkan darah dan menurunkan tekanan darah. Meskipun bermanfaat, efek ini berpotensi menimbulkan masalah apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Misalnya, pada pengguna obat pengencer darah seperti warfarin, konsumsi bawang hitam dapat meningkatkan risiko perdarahan. Demikian pula pada penderita hipertensi yang rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah, kombinasi tersebut dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah atau hipotensi. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum menjadikannya sebagai konsumsi harian.
BACA JUGA:Kelebihan Hp Infinix XPAD 20 Pro
BACA JUGA:Cara Atasi HP Tidak Mau di Cas
3. Kemungkinan Reaksi Alergi dan Efek Lainnya
Walaupun jarang terjadi, reaksi alergi tetap mungkin dialami, terutama pada orang yang memiliki alergi terhadap bawang putih. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, ruam pada kulit, pembengkakan, hingga sesak napas. Selain itu, meskipun aromanya lebih lembut dibandingkan bawang putih mentah, bawang hitam tetap dapat menyebabkan bau mulut atau bau badan pada sebagian orang.
Agar tetap aman, konsumsi bawang hitam sebaiknya dibatasi sekitar satu hingga tiga siung per hari untuk orang dewasa. Apabila muncul keluhan setelah mengonsumsinya, segera hentikan dan periksakan diri ke dokter. Ibu hamil, ibu menyusui, serta individu dengan kondisi medis tertentu perlu lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi produk ini.