Kalap Makan saat Lebaran? Ketahui Dampak dan Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat

Sabtu 14-03-2026,19:53 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

L

 

CURUPEKSPRESS.COM - Hari Raya Idulfitri identik dengan kebahagiaan, kebersamaan keluarga, serta berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Namun di balik kemeriahan tersebut, terdapat kebiasaan yang sering terjadi di masyarakat, yaitu menyantap makanan dalam jumlah besar secara tidak terkontrol. Fenomena ini sering disebut sebagai "makan balas dendam", yaitu keinginan untuk melahap berbagai makanan favorit setelah sebulan menjalani puasa Ramadan.

Kebiasaan tersebut sebenarnya perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Dosen Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dr. Niken Sasadhara Sasmita, M.Med.Kom., menjelaskan bahwa dorongan untuk makan secara berlebihan biasanya muncul karena seseorang ingin menikmati kembali makanan yang sebelumnya dibatasi selama menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, banyak orang cenderung kehilangan kendali terhadap pola makan ketika Lebaran tiba. Padahal, jika asupan makanan tidak dikontrol dengan baik, kebiasaan tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.

• Risiko Kesehatan akibat Makan Berlebihan

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat memberikan tekanan pada sistem pencernaan, terutama lambung. Kondisi ini dapat menyebabkan keluhan seperti mual, perut kembung, muntah, hingga peningkatan produksi asam lambung yang berpotensi memicu penyakit maag atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Selain itu, makan berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh dan aliran darah. Apabila kondisi ini terjadi secara terus-menerus, risiko penyakit metabolik seperti kolesterol tinggi, dislipidemia, hingga penyakit jantung dapat meningkat.

Para ahli gizi juga mengingatkan bahwa hidangan khas Lebaran umumnya tinggi lemak, gula, dan kalori. Misalnya makanan bersantan, kue kering, serta minuman manis yang sering disajikan saat silaturahmi. Konsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara signifikan dan bahkan memicu obesitas.

Selain berdampak pada fisik, pola makan berlebihan juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan berlebihan dalam waktu singkat dapat menurunkan sensitivitas insulin sementara, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko metabolik.

• Perubahan Pola Makan Setelah Ramadan

Selama bulan Ramadan, pola makan biasanya menjadi lebih teratur karena waktu makan terbatas pada saat berbuka puasa dan sahur. Hal ini secara tidak langsung membuat tubuh lebih disiplin dalam mengatur asupan makanan.

Namun saat Lebaran tiba, pola makan tersebut sering berubah secara drastis. Frekuensi makan meningkat, pilihan makanan lebih beragam, serta tidak adanya pembatasan waktu makan membuat sebagian orang cenderung makan secara berlebihan. Perubahan mendadak inilah yang sering membuat tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi kembali.

Jika tidak diimbangi dengan pengendalian diri, kebiasaan ini dapat mengganggu sistem metabolisme dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.

• Tips Menjaga Pola Makan Sehat saat Lebaran

Kategori :