Cara Bijak Mengurangi Screen Time Anak di Rumah Selama Libur Lebaran

Minggu 15-03-2026,10:00 WIB
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Hari Raya Idul Fitri tidak hanya identik dengan tradisi saling memaafkan, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan keluarga. Momentum mudik dan libur Lebaran memungkinkan anggota keluarga berkumpul serta meluangkan waktu bersama setelah disibukkan oleh aktivitas sehari-hari. Agar kebersamaan tersebut terasa lebih bermakna, keluarga perlu mengelola penggunaan gawai atau screen time, terutama bagi anak-anak.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengajak masyarakat memanfaatkan masa libur Lebaran untuk meningkatkan interaksi langsung antara orang tua dan anak. Ia menilai bahwa liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengurangi ketergantungan pada perangkat digital serta memperkuat komunikasi dalam keluarga. Menurutnya, keluarga sebaiknya memanfaatkan momen tersebut untuk lebih banyak berbincang, melakukan kegiatan bersama, dan tidak terlalu terpaku pada layar gawai.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang mulai diberlakukan pada 28 Maret. Kebijakan ini bertujuan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak saat menggunakan internet dan media sosial. Orang tua diharapkan mulai membimbing anak untuk menggunakan teknologi secara lebih bijak, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun.

Fenomena meningkatnya penggunaan gawai pada anak sebenarnya menjadi perhatian banyak pihak. Menurut World Health Organization (WHO), penggunaan layar yang berlebihan pada anak dapat memengaruhi kesehatan fisik, kualitas tidur, serta perkembangan sosial mereka. Sementara itu, American Academy of Pediatrics juga menyarankan agar orang tua membatasi waktu penggunaan layar dan mendorong anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik serta interaksi sosial secara langsung.

Dalam hal ini, dokter anak konsultan tumbuh kembang dan pediatri sosial, Ahmad Suryawan, memberikan beberapa tips yang dapat diterapkan orang tua untuk membantu mengurangi screen time pada anak.

1. Orang tua perlu menjadi teladan

Anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Oleh karena itu, jika orang tua ingin anak mengurangi penggunaan gawai, mereka juga perlu melakukan hal yang sama. Mengurangi screen time saat berada di dekat anak dapat memberikan contoh yang baik sekaligus menunjukkan bahwa waktu bersama keluarga lebih penting daripada bermain gawai.

2. Hindari penggunaan gawai menjelang waktu tidur

Paparan cahaya biru dari layar gawai dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur pola tidur. Akibatnya, anak dapat mengalami kesulitan tidur atau kualitas tidurnya menurun. Karena itu, orang tua sebaiknya membatasi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum waktu tidur dan memastikan kamar tidur menjadi tempat istirahat yang bebas dari perangkat digital.

3. Biasakan makan tanpa gawai

Waktu makan sebaiknya dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berinteraksi dengan keluarga. Orang tua dapat mengajak anak menyiapkan makanan, memilih menu, atau makan bersama di meja makan. Kebiasaan ini membantu anak lebih fokus pada makanan serta memperkuat komunikasi dalam keluarga.

4. Perhatikan aktivitas anak saat menggunakan gawai

Alih-alih langsung melarang, orang tua sebaiknya terlebih dahulu mengetahui aktivitas anak saat menggunakan gawai. Dengan memahami minat anak, misalnya bermain gim atau menonton video, orang tua dapat mengarahkan mereka pada kegiatan alternatif yang lebih bermanfaat, seperti olahraga, membaca, atau bermain bersama teman sebaya.

5. Berikan apresiasi kepada anak

Kategori :