CURUPEKSPRESS.COM - Dokter anak, dr. Piprim Basarah Yanuarso, selaku Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, membagikan sejumlah panduan penting untuk menjaga kesehatan keluarga, khususnya anak-anak, saat menikmati libur Lebaran 2026. Imbauan ini menjadi relevan mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan potensi peningkatan risiko penularan penyakit selama musim liburan.
Dalam keterangannya, dr. Piprim menekankan pentingnya menghindari kerumunan, terutama di lokasi wisata yang dipadati pengunjung. Ia mengingatkan bahwa penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti batuk dan pilek, sangat mudah menular di tempat ramai.
Oleh karena itu, orang tua perlu mulai mengajarkan anak untuk menjaga jarak, serta mengenali gejala penyakit sejak dini agar dapat menghindari kontak dengan individu yang sedang sakit.
Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Hal ini semakin penting di tengah meningkatnya kasus Campak di beberapa wilayah. Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui droplet atau percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin terbukti efektif dalam menurunkan risiko penularan berbagai penyakit infeksi.
Penggunaan hand sanitizer juga dapat menjadi alternatif saat akses air bersih terbatas.
Tidak hanya soal kebersihan, pemilihan destinasi wisata juga perlu dipertimbangkan secara matang. Indonesia dikenal memiliki kondisi cuaca yang dinamis, terutama saat masa peralihan musim. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, potensi hujan lebat hingga cuaca panas ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah daerah selama periode libur panjang.
Oleh sebab itu, orang tua disarankan memilih tempat wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan ramah anak. Destinasi edukatif seperti taman konservasi, museum, atau wahana interaktif bisa menjadi pilihan yang memberikan pengalaman belajar sekaligus hiburan.
Dr. Piprim juga mengingatkan agar masyarakat menghindari lokasi yang memiliki risiko bencana, seperti daerah rawan banjir, longsor, maupun jalur dengan kondisi jalan licin. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan perjalanan keluarga.
Persiapan perlengkapan selama perjalanan turut menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan anak. Orang tua dianjurkan membawa kebutuhan dasar seperti jaket, jas hujan, payung, alas kaki antiselip, serta pakaian ganti. Bekal makanan dan minuman yang higienis juga penting untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya.
Lebih lanjut, perlengkapan pertolongan pertama atau P3K keluarga sebaiknya tidak dilupakan. Beberapa item yang disarankan antara lain obat penurun demam seperti Paracetamol, obat antimabuk perjalanan, oralit untuk mencegah dehidrasi, plester, perban, termometer, hingga salep hidrokortison untuk mengatasi iritasi atau gigitan serangga.
Penambahan suplemen seperti vitamin C juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak selama perjalanan.
Para ahli kesehatan juga menekankan pentingnya memastikan anak dalam kondisi fit sebelum bepergian. Jika anak sedang tidak sehat, sebaiknya perjalanan ditunda demi mencegah kondisi yang lebih buruk. Selain itu, menjaga pola makan seimbang, istirahat cukup, serta memastikan asupan cairan yang memadai menjadi kunci utama dalam menjaga imunitas tubuh.
Dengan menghindari keramaian, menerapkan PHBS, memilih destinasi yang aman, serta mempersiapkan kebutuhan perjalanan secara matang, orang tua dapat memastikan liburan tetap menyenangkan sekaligus aman. Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama agar momen kebersamaan tidak terganggu oleh masalah kesehatan.