Fokus PJU dan Penertiban Kendaraan Bertonase Besar

Kamis 26-03-2026,13:42 WIB
Reporter : M Razik
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rejang Lebong, H.R. Suryadi, menegaskan dua sektor yang menjadi perhatian utama di Rejang Lebong ke depan salah satunya yakni pembenahan penerangan jalan umum (PJU). Selain itu juga penertiban kendaraan bertonase besar.

Menurut Suryadi, kondisi PJU di sejumlah ruas jalan protokol masih perlu mendapat perhatian serius. Ia menilai, penerangan jalan yang belum optimal berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

“PJU ini berkaitan langsung dengan keselamatan. Masih ada titik-titik jalan yang gelap dan itu akan segera kami benahi secara bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan lampu jalan yang memadai tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Dishub Rejang Lebong juga akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar. Selama ini, kendaraan berat kerap melintas di jalan yang tidak sesuai kelasnya, sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur.

“Kendaraan bertonase harus ditata dengan baik. Ini bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan menjaga kualitas jalan dan keselamatan pengguna lainnya,” tegasnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Suryadi menyebut pihaknya akan melakukan langkah bertahap, mulai dari pendataan kendaraan, pengaturan jalur khusus, hingga sosialisasi kepada para pelaku usaha angkutan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjalankan kebijakan tersebut. Dishub akan menggandeng pihak kepolisian, Dinas PUPR, serta stakeholder terkait guna memastikan penataan berjalan efektif.

“Koordinasi menjadi kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus ada sinergi agar kebijakan ini berjalan maksimal di lapangan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Suryadi memastikan pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pelaku usaha angkutan agar kebijakan yang diterapkan dapat diterima dengan baik.

“Kami terbuka untuk komunikasi. Harapannya, semua pihak memiliki kesadaran bersama menjaga infrastruktur. Karena kalau jalan rusak, dampaknya dirasakan semua,” pungkasnya.

Dengan langkah awal tersebut, diharapkan penataan transportasi di Kabupaten Rejang Lebong ke depan semakin tertib, aman, serta mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. 

 

 

Kategori :