Ini Dia Pola Makan Ideal Selama Masa Nifas agar Ibu Cepat Pulih

Jumat 27-03-2026,12:19 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Masa nifas merupakan periode krusial yang dimulai setelah persalinan hingga sekitar enam minggu kemudian. Pada fase ini, tubuh ibu mengalami berbagai proses pemulihan, mulai dari penyembuhan luka bekas persalinan hingga penyesuaian hormon. Di sisi lain, ibu juga dituntut untuk memenuhi kebutuhan nutrisi demi mendukung produksi air susu ibu (ASI) yang optimal bagi bayi.

Oleh karena itu, pemilihan asupan makanan selama masa nifas menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Menurut berbagai sumber kesehatan, seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan organisasi kesehatan dunia, kebutuhan nutrisi ibu pascapersalinan cenderung meningkat, terutama bagi ibu menyusui. Asupan yang seimbang dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi fisik, meningkatkan energi, serta menjaga kualitas dan kuantitas ASI.

Salah satu zat gizi utama yang dibutuhkan adalah protein. Protein berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak selama proses persalinan. Sumber protein yang dianjurkan meliputi daging tanpa lemak, ayam, ikan, telur, serta protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Selain itu, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kentang, dan ubi sangat diperlukan sebagai sumber energi yang tahan lama, sehingga ibu tidak mudah merasa lelah saat merawat bayi.

Tak kalah penting, konsumsi sayur dan buah perlu diperbanyak. Kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya membantu memperlancar sistem pencernaan serta mendukung proses penyembuhan luka. Buah-buahan seperti jeruk, pepaya, dan pisang juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara itu, produk olahan susu seperti susu, yoghurt, dan keju berfungsi memenuhi kebutuhan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang ibu dan pertumbuhan bayi.

Kecukupan cairan juga menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Ibu menyusui disarankan untuk minum air putih dalam jumlah cukup, bahkan lebih banyak dari biasanya, guna mencegah dehidrasi dan menjaga kelancaran produksi ASI.

Selain air putih, konsumsi sup atau makanan berkuah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Selain nutrisi dasar, lemak sehat turut berperan dalam mendukung kesehatan ibu. Lemak sehat dapat diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Beberapa masyarakat juga meyakini bahwa daun katuk dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Meskipun demikian, bukti ilmiah terkait manfaat tersebut masih terbatas sehingga konsumsinya sebaiknya tetap disertai pola makan seimbang.

Di sisi lain, terdapat sejumlah makanan dan minuman yang perlu dibatasi bahkan dihindari selama masa nifas. Makanan tinggi lemak jenuh dan gula, seperti gorengan dan makanan cepat saji, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan minuman energi juga perlu dibatasi, mengingat kafein dapat terserap ke dalam ASI dan berpotensi memengaruhi kondisi bayi.

Seperti menyebabkan bayi menjadi lebih rewel atau sulit tidur.

Minuman beralkohol sangat tidak dianjurkan karena dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu maupun bayi. Selain itu, makanan mentah atau setengah matang, seperti sushi dan telur mentah, perlu dihindari guna mencegah risiko infeksi yang dapat membahayakan kondisi ibu yang masih dalam masa pemulihan.

Kategori :