Festival Tabut 2026 Bengkulu Siap Digelar, Ini Rangkaian Acara dan Anggarannya

Jumat 24-04-2026,13:03 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu memastikan seluruh rangkaian persiapan Festival Tabut 2026 berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun secara matang.

Tahapan demi tahapan, mulai dari pembentukan panitia hingga pemantapan teknis di lapangan, dilakukan secara sistematis guna menjamin kelancaran pelaksanaan salah satu agenda budaya bulan Muharram tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadlan, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya telah merampungkan struktur kepanitiaan serta menyusun alokasi anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, proses seleksi promotor untuk pengelolaan bazar juga telah dilaksanakan secara selektif agar mampu menghadirkan kegiatan ekonomi yang tertata dan berkualitas.

Menurutnya, total anggaran yang disiapkan untuk Festival Tabut tahun ini mencapai sekitar Rp514 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, di antaranya produksi tabut sebesar Rp200 juta, pengamanan kegiatan Rp175 juta, serta kebutuhan pendukung lain seperti sertifikat, trofi, dan perlengkapan operasional sekitar Rp25 juta.

Festival Tabut sendiri merupakan tradisi budaya yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu di Bengkulu. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang berkaitan dengan peringatan Asyura, yang dibawa oleh komunitas keturunan India pada masa kolonial. Seiring waktu, Tabut berkembang menjadi warisan budaya khas Bengkulu yang memadukan nilai religius, seni, dan kearifan lokal. Bahkan, festival ini telah ditetapkan sebagai bagian dari agenda nasional melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Program tersebut bertujuan untuk mendorong promosi pariwisata daerah agar dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada pelaksanaannya tahun ini, Festival Tabut akan menghadirkan tiga agenda utama yang saling terintegrasi. Pertama, ritual adat yang dilaksanakan oleh Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen sebagai inti dari tradisi. Kedua, kegiatan produksi dan pameran yang dipusatkan di Sport Center Kota Bengkulu, yang akan diramaikan dengan panggung seni dan pertunjukan budaya selama kurang lebih sepuluh hari. Ketiga, bazar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Keterlibatan UMKM dalam festival ini dinilai sangat strategis. Selain menjadi sarana promosi produk lokal, bazar juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, event budaya seperti Festival Tabut terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Oleh karena itu, pengelolaan bazar dilakukan secara profesional agar tetap tertib, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.

Dalam rangka menjaga kelestarian budaya, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu terus berupaya mempertahankan eksistensi Festival Tabut sebagai agenda tahunan. Upaya ini tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan rutin, tetapi juga melalui promosi yang lebih luas, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan tetap masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara, Festival Tabut diharapkan mampu menarik minat wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat identitas budaya Bengkulu di kancah global.

Alpha juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan festival tersebut. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban, kebersihan, serta keamanan selama kegiatan berlangsung. Para pedagang diharapkan menempati lokasi yang telah disediakan dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mematuhi petunjuk yang telah ditetapkan, termasuk terkait jalur evakuasi dan pengaturan parkir.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik pungutan liar, seperti kenaikan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan, tidak akan ditoleransi. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan hal tersebut kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana festival yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pengunjung.

Kategori :