Kasus DBD di Curup Diklaim Menurun, Warga Tetap Waspada

Selasa 05-05-2026,18:15 WIB
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Kabar baik datang dari sektor kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mencatat penurunan signifikan kasus penyakit menular, khususnya demam berdarah dengue (DBD) dan malaria, sejak awal tahun 2026.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah. Potensi peningkatan kasus masih bisa terjadi, terutama memasuki musim pancaroba.

Kepala Dinkes Rejang Lebong melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita, SKM, menjelaskan bahwa capaian ini menjadi indikator positif dari upaya pencegahan yang selama ini dilakukan.

Berdasarkan Data yang dihimpun dari Dinkes Rejang Lebong menunjukkan, hingga April 2026, kasus DBD tercatat hanya sebanyak 6 kasus. Dari 6 Orang Suspek tersebut 3 diantaranya berusia dibawah 5 tahun dan 3 lagi berusia diatas 15 tahun. 

Menurutnya, Angka ini turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai sekitar 90 kasus.

Sementara itu, kasus malaria tercatat sebanyak 3 kasus, yang seluruhnya merupakan kasus impor atau tertular dari luar daerah.

“Untuk malaria ada tiga kasus, dan itu merupakan kasus impor, yaitu warga yang tertular dari daerah lain. Sedangkan DBD baru enam kasus sejak awal tahun,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tren penurunan ini belum bisa dijadikan patokan mutlak. Pasalnya, kasus DBD memiliki pola fluktuatif yang bisa meningkat sewaktu-waktu.

“Trennya belum bisa dibilang turun sepenuhnya. Bisa saja nanti di pertengahan sampai akhir tahun mengalami kenaikan atau justru semakin turun,” jelasnya.

Menurut Titin, salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap turunnya angka kasus DBD adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan gotong royong seperti Jumat bersih yang kembali aktif di desa dan kelurahan dinilai berdampak langsung terhadap pengendalian populasi nyamuk penyebab DBD.

“Sekarang sudah banyak masyarakat yang aktif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kegiatan Jumat bersih. Ini sangat membantu dalam menekan kasus,” katanya.

Sementara untuk malaria, pemerintah daerah tengah mempersiapkan langkah strategis menuju eliminasi penyakit tersebut, sehingga kasusnya relatif terkendali.

“Untuk malaria memang cenderung stabil, karena kita sedang mempersiapkan eliminasi malaria,” tambahnya.

Meski angka kasus saat ini rendah, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi perubahan cuaca yang berpotensi memicu berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah, hingga malaria.

Kategori :