Analisis Faktor Penyebab Stunting pada Balita di Indonesia

 Analisis Faktor Penyebab Stunting pada Balita di Indonesia

Analisis Faktor Penyebab Stunting pada Balita di Indonesia-ist-

4. Kebutuhan gizi anak yang tidak terpenuhi

Dua tahun pertama kehidupan merupakan masa krusial bagi pertumbuhan anak. Kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan zinc dapat menghambat pertumbuhan fisik. Kondisi ini sering dipicu oleh tidak mendapatkan ASI eksklusif, teknik menyusui yang tidak tepat, serta kualitas makanan pendamping ASI yang rendah.

5. Pola asuh orang tua yang kurang tepat

Pola asuh memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Kurangnya perhatian orang tua terhadap jadwal makan, kebersihan makanan, dan kualitas gizi dapat meningkatkan risiko stunting.

6. Infeksi yang terjadi secara berulang

Anak dengan daya tahan tubuh yang rendah lebih rentan terhadap infeksi. Penyakit yang terjadi berulang kali dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan anak.

7. Sanitasi dan lingkungan yang tidak sehat

Akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko penyakit infeksi. Lingkungan yang tidak sehat, ditambah minimnya pelayanan kesehatan, dapat memperparah risiko stunting.

8. Berat badan lahir rendah dan penyakit bawaan

Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram berisiko lebih tinggi mengalami stunting karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna. Selain itu, anak dengan penyakit jantung bawaan juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan akibat distribusi nutrisi yang tidak optimal.

Pencegahan stunting memerlukan peran aktif berbagai pihak, terutama orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah, melalui pemenuhan gizi seimbang, perbaikan sanitasi, serta peningkatan edukasi kesehatan. Dengan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan, risiko stunting dapat diminimalkan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.  

 

 

 

Sumber: