Fenomena Herd Mentality, Inilah Pengaruhnya terhadap Pengambilan Keputusan

Fenomena Herd Mentality, Inilah Pengaruhnya terhadap Pengambilan Keputusan

ilustrasi--

Banyak orang tertarik terjun ke dunia investasi atau bisnis tertentu hanya karena sedang populer. Contohnya, saat investasi kripto atau saham tertentu menjadi perbincangan hangat, tidak sedikit individu yang ikut berinvestasi tanpa memahami risiko dan mekanismenya.

Selain itu, herd mentality juga terlihat dalam gaya hidup, seperti mengikuti tren makanan viral, produk kecantikan, atau tantangan media sosial. Keputusan tersebut sering kali diambil agar tidak dianggap tertinggal, meskipun belum tentu sesuai dengan kebutuhan atau kondisi pribadi.

2. Faktor Penyebab Herd Mentality

Terdapat beberapa faktor yang mendorong seseorang terjebak dalam herd mentality, antara lain keinginan untuk diterima oleh lingkungan sosial, rasa takut dikucilkan, rendahnya kepercayaan diri dalam mengambil keputusan, serta kurangnya pengetahuan mengenai suatu isu. Selain itu, pengaruh media massa dan media sosial yang menyebarkan informasi secara cepat juga memperkuat tekanan sosial untuk mengikuti arus. Dalam budaya kolektivisme, sikap menyesuaikan diri dengan kelompok sering dianggap lebih aman daripada tampil berbeda.

BACA JUGA: Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Purging dan Breakout pada Kulit Wajah

BACA JUGA:Nangka Muda Baik untuk Pencernaan Manusia

3. Dampak Herd Mentality

Herd mentality dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Individu berisiko mengabaikan logika dan pertimbangan rasional, sehingga keputusan yang diambil menjadi kurang matang dan berujung pada penyesalan. Selain itu, perilaku ikut-ikutan dapat mendorong penyebaran kebiasaan yang tidak sehat, termasuk gaya hidup berisiko dan tren berbahaya.

Dalam jangka panjang, kebiasaan mengikuti mayoritas tanpa berpikir kritis dapat menghambat kemampuan individu untuk berpikir mandiri dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Herd mentality merupakan fenomena sosial yang wajar terjadi dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Namun, jika tidak disadari dan dikendalikan, pola pikir ini dapat membawa dampak negatif bagi individu maupun masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengembangkan sikap kritis, meningkatkan literasi informasi, dan berani mempertimbangkan keputusan berdasarkan logika serta nilai pribadi. Dengan demikian, individu dapat tetap bersosialisasi tanpa kehilangan kemandirian dalam berpikir dan bertindak. 

 

 

 

 

Sumber: