Veda Ega Pratama Curi Perhatian
Aksi Veda Ega Pratana--
CURUPEKSPRESS.COM - Veda Ega Pratama yang merupakan rookie Moto3 asal Indonesia pada tes pramusim Moto3 yang berlangsung 9–10 Februari 2026, lintasan di Portugal justru lebih menyerupai permainan wahana air. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti membuat trek berubah menjadi tantangan serius bagi para pembalap. Di tengah kondisi lintasan basah, pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, justru menunjukkan nyalinya dengan tetap turun ke lintasan dan mencatatkan hasil yang patut diapresiasi.
Hari pertama, 9 Februari 2026, dibuka dengan langit kelabu dan aspal yang klitschnass (basah kuyup). Saat banyak pembalap senior memilih bertahan di pit box, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) menjadi satu dari 10 pembalap yang berani turun ke lintasan sejak pagi. Bersama rekan setimnya, Zen Mitani, serta tim rookie Aspar, Marco Morelli, Veda mencoba menjinakkan ban hujan di tengah guyuran air. Meski data yang dikumpulkan tidak maksimal akibat kondisi perjalanan yang ekstrem, inisiatif tersebut menunjukkan mentalitas “haus belajar” yang luar biasa dari seorang pendatang baru.
Veda menutup hari pertama dengan catatan waktu 2 menit 05,156 detik dan menyelesaikan 34 putaran. Memasuki hari kedua, harapan untuk mendapatkan lintasan kering kembali pupus. Hujan dari badai Marta terus mengguyur tanpa kompromi. Meski begitu, intensitas aktivitas di lintasan mulai meningkat menjelang siang.
BACA JUGA:Seni Mengubah Wajah Pendidikan Karakter Anak ?
BACA JUGA: Rejang Lebong Dapat Kucuran Bantuan Transmigrasi, Infrastruktur dan Sekolah Jadi Prioritas
Pembalap tim Leopard Honda, Guido Pini, tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 2 menit 01,242 detik. Sebagai gambaran betapa lambatnya pengujian akibat hujan, catatan ini terpaut hampir 15 detik dari rekor lintasan normal milik Jose Antonio Rueda. Dan Veda menutup hari kedua dengan waktu terbaik 2 menit 02,545 detik dan total 59 putaran.
Ada beberapa catatan penting dari penampilan Veda selama tes Moto3 di Portimao. Menjinakkan lintasan dalam kondisi sangat rumit bukan perkara mudah. Namun, Veda tampil konsisten menembus 10 besar di tengah kepungan pembalap Eropa yang sudah sangat memahami karakter Portimao. Ini menjadi sinyal positif bagi kiprahnya di Moto3 musim ini.Sebagai salah satu rookie Moto3 2026, Veda memang menargetkan pengumpulan jarak tempuh dan pengalaman dengan motor yang berbeda dari yang ia gunakan di Red Bull MotoGP Rookies Cup maupun JuniorGP.
Media Spanyol, Motosan, menyoroti bagaimana Veda memanfaatkan sesi di Portimao untuk memahami karakter ban Pirelli, komponen baru dengan karakteristik berbeda dibandingkan ban Dunlop yang digunakannya tahun lalu.
Dari sisi teknis, sejumlah jurnalis internasional mencatat bahwa Veda memiliki gaya balap yang tenang untuk ukuran pendatang baru di sirkuit “roller coaster” seperti Autodromo Algarve.
BACA JUGA: Rejang Lebong Dapat Kucuran Bantuan Transmigrasi, Infrastruktur dan Sekolah Jadi Prioritas
BACA JUGA: Rejang Lebong Sepakati 11 Poin Strategis, Arah Pembangunan 2027 Mulai Dimatangkan
“Veda Ega Pratama di Portimao tidak melakukan banyak kesalahan fatal (crash), yang menunjukkan tingkat konsentrasi sangat tinggi meskipun ia harus mempelajari motor yang benar-benar baru,” tulis Paddock-GP.
Di kelas Moto3 ada semacam mitos, bahwa pembalap yang paling banyak belajar saat tes sering kali menjadi yang paling berbahaya ketika balapan sesungguhnya dimulai.
"Veda Ega Pratama memiliki stabilitas luar biasa di atas Honda NSF250RW. Dibandingkan rookie elite lainnya, ia tidak terlihat panik saat motor bergoyang di elevasi Portimao. Namun, ia masih kehilangan waktu di sektor ketiga, sektor yang membutuhkan keberanian ekstrim untuk merebahkan motor lebih cepat," tulis GPOne.
Sumber: