Waspadai Kaki Bengkak Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebab dan Tips Pencegahannya

Waspadai Kaki Bengkak Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebab dan Tips Pencegahannya

Waspadai Kaki Bengkak Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebab dan Tips Pencegahannya-Ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Setelah menempuh perjalanan panjang, baik menggunakan pesawat, kereta api, maupun kendaraan pribadi selama berjam-jam, tidak sedikit orang yang mengeluhkan kaki terasa bengkak, berat, atau kaku saat digunakan berjalan. Kondisi ini memang umum terjadi, terutama ketika tubuh berada dalam posisi duduk terlalu lama tanpa banyak pergerakan.

Secara medis, pembengkakan pada kaki setelah perjalanan jauh dikenal sebagai edema perifer ringan. Mengacu pada penjelasan dari organisasi kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Health Service (NHS), kondisi ini umumnya disebabkan oleh terganggunya sirkulasi darah akibat imobilitas dalam waktu lama.

Ketika seseorang duduk terlalu lama, aliran darah dari bagian bawah tubuh menuju jantung menjadi lebih lambat. Akibatnya, cairan dapat menumpuk di jaringan kaki karena pengaruh gravitasi.

Selain itu, ruang gerak yang terbatas seperti di dalam kabin pesawat atau mobil membuat otot kaki jarang berkontraksi. Padahal, kontraksi otot memiliki peran penting sebagai "pompa alami" yang membantu melancarkan aliran darah kembali ke jantung. Tanpa aktivitas tersebut, darah cenderung tertahan di pembuluh vena kaki, sehingga memicu rasa penuh, tegang, hingga pembengkakan.

Faktor lain yang turut memperburuk kondisi ini antara lain dehidrasi selama perjalanan, penggunaan pakaian yang terlalu ketat, serta posisi duduk yang kurang ergonomis. Bahkan, dalam kasus tertentu, duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah atau deep vein thrombosis (DVT), meskipun kondisi ini relatif jarang terjadi pada individu sehat.

Meski demikian, sebagian besar kasus kaki bengkak setelah perjalanan tergolong ringan dan dapat diatasi dengan langkah sederhana. Salah satu cara yang disarankan adalah mengangkat posisi kaki lebih tinggi dari jantung selama beberapa waktu setelah tiba di tujuan. Cara ini membantu mengurangi penumpukan cairan di area kaki.

Selain itu, lakukan peregangan ringan, seperti memutar pergelangan kaki, menggerakkan jari-jari kaki, atau meregangkan otot betis untuk memperlancar kembali sirkulasi darah.

Menjaga asupan cairan juga menjadi hal penting. Dehidrasi dapat menyebabkan darah menjadi lebih kental, sehingga memperlambat aliran darah dan memperparah pembengkakan. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap minum air putih secara cukup selama perjalanan.

Untuk mencegah kondisi serupa di kemudian hari, para ahli kesehatan menyarankan agar penumpang melakukan pergerakan secara berkala. Idealnya, berdiri atau berjalan ringan setiap satu hingga dua jam sekali, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Jika tidak memungkinkan untuk berdiri, lakukan latihan sederhana di tempat duduk, seperti mengangkat tumit atau menggerakkan pergelangan kaki secara berulang.

Selain itu, hindari duduk dengan posisi kaki menyilang terlalu lama dan gunakan pakaian yang longgar agar tidak menghambat aliran darah.

Penggunaan kaus kaki kompresi juga dapat menjadi alternatif, terutama bagi individu yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan sirkulasi, seperti lansia atau mereka dengan riwayat penyakit tertentu. Kaus kaki ini dirancang untuk membantu meningkatkan aliran darah di kaki selama periode duduk yang lama.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting untuk tetap waspada terhadap gejala yang tidak biasa. Jika pembengkakan hanya terjadi pada satu kaki, disertai nyeri hebat, kemerahan, terasa hangat, atau tidak membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan serius pada pembuluh darah yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Sumber: