Bahaya Sembelit di Pagi Hari, Ini Cara Alami Mengatasinya

 Bahaya Sembelit di Pagi Hari, Ini Cara Alami Mengatasinya

ilustrasi minum air-ist-

• Menjaga kesehatan usus dan mikrobiota

Beberapa jenis minuman mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Mikrobiota yang sehat berperan penting dalam pergerakan feses yang lancar di usus besar.

Berikut empat jenis minuman pagi yang disarankan dr. Yewale untuk membantu mengurangi risiko sembelit :

1. Minuman hasil fermentasi

Minuman fermentasi, seperti kefir atau minuman probiotik, dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Bakteri ini berpengaruh pada konsistensi dan frekuensi buang air besar. Minuman fermentasi sangat bermanfaat bagi orang yang memiliki riwayat konsumsi antibiotik jangka panjang atau pola makan tidak teratur. Selain itu, minuman ini juga dapat mengurangi keluhan sembelit yang disertai gas dan rasa tidak nyaman di perut.

2. Infus herbal ringan

Infus herbal tertentu diketahui mampu merangsang sistem pencernaan secara lembut. Berbeda dengan obat pencahar stimulan, infus herbal tidak memaksa kontraksi usus dan tidak menyebabkan ketergantungan. Manfaatnya lebih kepada membantu sekresi empedu, mendukung refleks alami usus, serta menjaga keseimbangan pencernaan.

3. Air hangat

Air hangat merupakan pilihan paling sederhana dan mudah diakses. Setelah beberapa jam tanpa minum, air hangat membantu menghidrasi saluran pencernaan dan melunakkan tinja. Kebiasaan minum air hangat saat bangun tidur sering kali sudah cukup untuk membantu keteraturan buang air besar.

4. Air dengan biji-bijian rendaman atau sumber serat

Biji-bijian atau sumber serat alami yang direndam semalaman lalu dikonsumsi di pagi hari dapat meningkatkan volume dan kelembapan feses. Saat menyerap air, serat membentuk tekstur seperti gel yang memudahkan tinja bergerak melalui usus besar.

BACA JUGA:Pasca OTT, Ruangan Bupati dan Wabup Rejang Lebong Disegel KPK

BACA JUGA:Modus Bupati Rejang Lebong, Minta Jatah 15 Persen Ke Kontraktor

Meski bermanfaat, dr. Yewale menegaskan bahwa minuman saja tidak cukup untuk mengatasi sembelit. Faktor lain seperti kurangnya aktivitas fisik, rendahnya asupan serat dari makanan, serta kebiasaan menahan dorongan buang air besar juga berperan besar dalam terjadinya sembelit.

Ia menyarankan pemeriksaan medis jika sembelit terus berlangsung meskipun kebutuhan cairan dan serat sudah terpenuhi. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan lain, seperti masalah tiroid, diabetes, efek samping obat-obatan tertentu, atau gangguan fungsi dasar panggul. Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain adanya darah pada tinja, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, nyeri perut berkepanjangan, serta perubahan mendadak pola buang air besar setelah usia 40 tahun.  

Sumber: