Perut Bermasalah Saat Liburan, Ini Peran Serat yang Jarang Disadari
Mencukupi serat dalam konsumsi harian sangatlah penting guna menunjang kesehatan pencernaan.--
CURUPEKSPRESS.COM - Perjalanan jauh yang memakan waktu lama, ditambah kebiasaan menyantap makanan restoran secara berulang, kerap menimbulkan berbagai keluhan pada tubuh. Kondisi seperti perut terasa tidak nyaman, tubuh mudah lelah, hingga gangguan pencernaan sering kali muncul selama atau setelah bepergian. Situasi tersebut bukan terjadi tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh perubahan pola makan dan gaya hidup selama perjalanan.
Mengutip laporan Eating Well, saat bepergian, perhatian terhadap kualitas asupan gizi seringkali menjadi hal yang terabaikan. Banyak orang lebih mengutamakan kepraktisan, rasa, dan ketersediaan makanan dibandingkan kandungan nutrisinya. Akibatnya, tubuh dapat mengalami berbagai gejala seperti lemas, kembung, kelelahan, bahkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Perubahan jam makan, kurangnya asupan cairan, serta pilihan makanan yang kurang seimbang turut memperburuk kondisi tersebut.
Ahli gizi Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama munculnya keluhan tersebut adalah kurangnya asupan serat. Menurutnya, serat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, terutama ketika rutinitas harian mengalami perubahan seperti saat bepergian. serat membantu sistem pencernaan tetap bekerja optimal meskipun pola makan tidak teratur.
BACA JUGA: Tak Sekadar Kunci Layar, Ini Terobosan Keamanan Android Terbaru dari Google
BACA JUGA: Manfaat Rebung yang Sayang Dilewatkan untuk Menjaga Kesehatan
National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat merekomendasikan konsumsi serat harian bagi orang dewasa sekitar 25 hingga 38 gram per hari, tergantung usia dan jenis kelamin. Namun, selama perjalanan, target tersebut sering kali sulit dicapai. Jarak dari makanan rumahan yang biasa dikonsumsi, keterbatasan pilihan makanan sehat, serta kecenderungan mengonsumsi makanan cepat saji menjadi faktor utama penyebab rendahnya asupan serat.
Selain berperan dalam pencernaan, serat juga penting untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. Saat bepergian, jadwal makan sering kali terganggu, terutama pada hari-hari perjalanan yang padat, seperti ketika harus berkendara jauh atau menempuh perjalanan udara. Kondisi ini membuat seseorang lebih sering mengandalkan camilan tinggi gula atau makanan restoran yang kaya karbohidrat sederhana. Akibatnya, fluktuasi gula darah menjadi lebih mudah terjadi.
Serat membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat, sehingga lonjakan gula darah dapat diredam. Ahli gizi Maddie Pasquariello, MS, RD menyatakan bahwa memilih karbohidrat yang mengandung serat tidak hanya membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama, tetapi juga menjaga energi tetap stabil. Hal ini penting untuk mencegah rasa lelah berlebihan, penurunan energi secara tiba-tiba, serta perubahan suasana hati yang kerap muncul selama perjalanan.
Manfaat lain dari serat adalah kemampuannya membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat, sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama. Kondisi ini sangat membantu saat akses terhadap makanan sehat terbatas. Kekurangan serat juga sering dikaitkan dengan sembelit, masalah yang umum dialami saat bepergian. Serat berfungsi menambah volume tinja dan membantu pergerakannya melalui usus, sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar.
BACA JUGA: Viral Belum Tentu Aman, Ini Bahaya Salah Pilih Skincare untuk Bayi
BACA JUGA: Whip Pink Viral karena Efek Nge-Fly, BNN Tegaskan Ancaman Seriusnya
Beberapa jenis makanan berserat, seperti oat dan kacang-kacangan, mampu menyerap air sehingga membantu melunakkan tinja. Sementara itu, serat tidak larut yang terdapat dalam biji-bijian utuh dan berbagai jenis sayuran berperan menjaga pergerakan usus tetap aktif. Selain itu, serat juga berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bakteri baik di dalam usus. Keberadaan bakteri sehat ini penting untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang berhubungan erat dengan daya tahan tubuh.
Meski memiliki banyak manfaat, Manaker mengingatkan agar individu yang belum terbiasa mengkonsumsi serat dalam jumlah tinggi tidak meningkatkan asupannya secara tiba-tiba. Penambahan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dan terhindar dari gangguan pencernaan.
Dengan perencanaan makan yang lebih baik dan pemilihan makanan kaya serat, perjalanan dapat dijalani dengan lebih nyaman dan tubuh tetap bugar.
Sumber: