Suporter Inter Milan Akhirnya Minta Maaf Pasca Lempar Petasan ke Emil Audero
Lemparan supporter Inter Milan--
CURUPEKSPRESS.COM - Suporter Inter Milan yang melemparkan petasan (flare) hingga mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya. Pelaku yang diketahui berusia 19 tahun itu meminta maaf kepada Audero, kedua klub, serta seluruh penggemar sepak bola atas insiden serius yang terjadi pada laga Serie A akhir pekan lalu.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Cremonese vs Inter Milan di Stadio Giovanni Zini pada Senin, 2 Februari 2026 dini hari WIB.
Sebuah petasan dilempar dari tribun suporter tim tamu dan mengenai kaki Audero sebelum meledak di dekat sang kiper. Pertandingan sempat dihentikan sementara akibat ledakan keras dan kepulan asap di area kotak penalti. Meski sempat mengalami luka ringan berupa goresan dan bekas terbakar di kaki, Audero masih mampu melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, kejadian tersebut langsung menuai kecaman luas dari berbagai pihak karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pemain.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media Italia ANSA, pelaku menyatakan penyesalannya. Ia meminta maaf secara terbuka kepada Emil Audero, Cremonese, Inter Milan, serta seluruh suporter yang merasa dirugikan akibat tindakannya.
BACA JUGA:Hukuman Pelaku Kejahatan Ringan, Bersihkan Sekolah dan Rumah Ibadah!
BACA JUGA:Maksimalkan PAD, Pemkab Rejang Lebong Siapkan Uji Petik Berkala
Pelaku telah ditangkap pihak berwenang dan kini menghadapi proses hukum. Ia juga mengalami cedera serius di tangannya setelah mencoba melemparkan petasan lain tak lama setelah insiden pertama. Ledakan tersebut menyebabkan dua jarinya mengalami kerusakan parah, bahkan dikabarkan terputus. Jaksa penuntut saat ini mengajukan permohonan agar pelaku menjalani tahanan rumah sambil menunggu persidangan.
Pihak Inter Milan turut tercatat sebagai pihak yang dirugikan secara finansial dalam kasus ini, menyusul denda sebesar 50 ribu euro (sekitar Rp850 juta) yang dijatuhkan akibat ulah individu tersebut. Melalui kuasa hukumnya, pelaku mengakui bahwa ia tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya dan tidak menyadari potensi bahaya fatal yang bisa dialami sang kiper.
“Ia (pelaku pelemparan) seharusnya tidak melempar petasan tersebut. Ia tidak memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi, termasuk risiko kiper berada terlalu dekat dan terdampak ledakan,” ujar kuasa hukum pelaku dikutip dari Football Italia.
Sebelumnya, Presiden Inter Milan Giuseppe Marotta telah mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa tindakan sang suporter sama sekali tidak mencerminkan nilai dan budaya klub. Ia juga menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Cremonese dan Emil Audero. Terlepas dari insiden di tribun, Inter Milan tetap berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Cremonese lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
Namun, peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat serius tentang pentingnya keamanan stadion dan ketegasan terhadap aksi kekerasan dari oknum suporter.
Sumber: