Mojtaba Khamenei Terpilih Menjadi Pimpinan Tertinggi Iran

Mojtaba Khamenei Terpilih Menjadi Pimpinan Tertinggi Iran

Mojtaba Khamenei.-ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Mojtaba Khamenei tengah menjadi sorotan dunia usai Majelis Pakar Iran resmi menetapkannya sebagai Pimpinan Tertinggi Iran yang baru. Adapun, terpilihnya Mojtaba ini untuk menggantikan sang ayah, Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara beberapa hari lalu. 

Mojtaba sendiri merupakan putra kedua tertua dari Ali Khamenei. Sebelumnya, ia memang dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang muncul di publik. 

Akan tetapi, perannya di lingkaran kekuasan Iran membuat Mojtaba kerap disebut sebagai calon penerus sejak bertahun-tahun lalu. 

Lalu, seperti apa sosok beliau sebelum diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran untuk menggantikan ayahnya? Laki-laki dengan nama lengkap Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei lahir di Mashhad, Iran pada 8 September 1969. 

Ia berasal dari keluarga ulama yang mempunyai pengaruh kuat dalam tradisi Syiah Dua Belas Imam. Sebagai putra dari pemimpin tertinggi kedua Iran, ia tumbuh dalam lingkungan politik serta keagamaan yang ketat. Walau jarang tampil di depan publik, Mojtaba dikenal mempunyai peranan penting di balik layar pemerintahan. Sejak muda, ia sudah dipersiapkan untuk dapat memahami dunia militer, politik dan keagamaan yang menjadi fondasi utama Republik Islam Iran.

Usai menyelesaikan pendidikan menengah pada tahun 1987, Mojtaba bergabung dengan IRGC dan bertugas di akhir Perang Iran-Irak. Pengalaman tersebut membentuk kedekatannya dengan militer dan elite keamanan. 

Kemudian, ia juga menempuh pendidikan agama di Qom dan belajar di bawah bimbingan ulama konservatif terkemuka. 

Di akhir tahun 1990-an, ia mulai mengajar di seminari serta memperluas pengaruhnya di kalangan ulama. 

Perannya di Kantor Pemimpin Tertinggi makin memperkuat jejaring politiknya. 

Tak hanya itu, Mojtaba juga sering menjadi penghubung antara ayahnya dengan tokoh agama, militer dan pemerintahan. Baru-baru ini, Majelis Pakar Iran mengambil keputusan telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru dalam situasi keamanan yang sudah sangat ketat. 

Sidang tersebut berlangsung di tengah meningkatnya konflik regional serta tekanan internasional. Menurut laporan Iran International, proses pemilihan ini berlangsung di bawah pengaruh kuat IRGC atau Kors Garda Revolusi Islam. 

Di saat yang sama, sejumlah media Iran melaporkan adanya serangan yang menyasar ke wilayah Teheran dan Qom, termasuk lokasi yang berkaitan dengan Majelis Pakar. Itu dia profil Mojtaba Khamenei yang menggantikan sang ayah untuk menjadi pemimpin tertinggi iran.

 

Sumber: