Ini Daftar Suplemen dan Obat yang Mengancam Ginjal
Ilustrasi ginjal.-Ist-
Vitamin D penting untuk menyerap kalsium dan menjaga kesehatan tulang. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, vitamin ini dapat menyebabkan hiperkalsemia atau kelebihan kadar kalsium dalam darah. Kalsium berlebih bisa mengendap di ginjal, menyebabkan kalsifikasi, dan merusak struktur serta fungsi ginjal. Kombinasi antara suplemen dosis tinggi dan makanan yang sudah difortifikasi akan memperbesar risiko.
3. Kreatin
Sering digunakan oleh atlet dan penggemar kebugaran, kreatin berfungsi meningkatkan performa dan pembentukan otot. Namun, konsumsi kreatin dalam dosis tinggi bisa menaikkan kadar kreatinin, suatu produk limbah dalam darah yang harus dikeluarkan oleh ginjal.
Peningkatan kadar ini dapat menjadi tanda gangguan fungsi ginjal, terutama pada individu yang mengalami dehidrasi atau yang sudah memiliki masalah ginjal sebelumnya.
4. Suplemen Herbal
Label “alami” seringkali membuat orang menganggap suplemen herbal aman sepenuhnya. Padahal, beberapa kandungan herbal seperti aristolochia (ditemukan pada produk detoks dan pelangsing tertentu) telah terbukti bersifat nefrotoksik atau merusak ginjal.
Akar licorice juga bisa mengganggu keseimbangan elektrolit, membebani kerja ginjal. National Kidney Foundation merekomendasikan untuk menghindari suplemen herbal jika Anda memiliki masalah ginjal.
5. Suplemen Protein
Meskipun protein sangat penting bagi tubuh, kelebihan asupan, terutama dari suplemen seperti whey protein yang dapat memperberat beban kerja ginjal.
Suplemen ini kerap dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin membentuk otot. Namun, konsumsi tanpa perhitungan, apalagi jika tidak disertai cukup cairan, dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Lebih baik memperoleh protein dari sumber alami seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.
6. Obat Anti-Inflasi Nonsteroid (NSAID)
Sumber: