Ini Daftar Suplemen dan Obat yang Mengancam Ginjal
Ilustrasi ginjal.-Ist-
Obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin, dan naproxen umum digunakan untuk meredakan nyeri atau peradangan. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jangka panjang, NSAID bisa mengganggu aliran darah ke ginjal dan menyebabkan peradangan atau kerusakan organ tersebut. Penggunaan harian tanpa pengawasan dokter sangat tidak dianjurkan.
7. Antibiotik
Antibiotik seperti penisilin dan sefalosporin harus digunakan sesuai resep dokter. Pemakaian sembarangan atau berlebihan bisa menyebabkan kerusakan ginjal, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Bahkan individu dengan fungsi ginjal yang normal bisa mengalami efek samping serius jika antibiotik digunakan tidak semestinya.
8. Proton Pump Inhibitor (PPI)
PPI digunakan untuk mengobati gangguan lambung seperti maag dan GERD. Obat ini mencakup omeprazole dan lansoprazole. Meski efektif, penggunaan jangka panjang dengan dosis tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, penggunaan PPI sebaiknya disesuaikan dengan anjuran medis dan tidak digunakan tanpa batas waktu.
9. Obat Tekanan Darah (ACEI dan ARB)
Obat-obatan ini seperti enalapril, lisinopril (ACEI), dan candesartan atau valsartan (ARB), berfungsi menurunkan tekanan darah dan melindungi jantung. Namun, penggunaannya harus dipantau karena bisa mengganggu fungsi ginjal, terutama pada pasien lansia atau penderita gagal ginjal. Jangan menghentikan atau mengubah dosis tanpa saran dari dokter.
10. Obat Pencahar
Digunakan untuk mengatasi sembelit, obat pencahar yang mengandung natrium fosfat bisa membentuk kristal di ginjal. Dalam jumlah besar, kristal ini bisa memicu kerusakan atau bahkan gagal ginjal. Penggunaan berulang tanpa pengawasan medis sangat berisiko.
11. Obat Psikiatris
Sumber: