Tidak Dapat Bantuan Pena, 11 Warga Geruduk Kantor PKH Rejang Lebong

Tidak Dapat Bantuan Pena, 11 Warga Geruduk Kantor PKH Rejang Lebong

ARI/CE Tampak pelaku usaha saat berdiskusi dengan koordinator PKH Rejang Lebong Senin kemarin.--

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Sebanyak 11 orang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten REJANG LEBONG mendatangi Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH).

Kedatangan para pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok rumah sejahtera terpadu (RST) tersebut guna mempertanyakan soal gagal nya pihaknya menerima bantuan pahlawan ekonomi nusantara (Pena) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI pada tanggal 31 Desember 2022 lalu.

Diungkapkan salah satu pelaku usaha, Kasida Sari (25) warga Kelurahan Timbul Rejo Kecamatan Curup, jika sebelumnya telah ada petugas dari Kemensos RI bersama PKH yang datang ke rumahnya untuk melakukan pendataan dan assesmen.

Bahkan kala itu dirinya sempat dijanjikan bahwa bantuan Pena senilai Rp 5,5 juta untuk pelaku UMKM seperti dirinya akan cair.

BACA JUGA:UMKM di RL Terima Bantuan Pena.. Senilai Rp 88 Juta

BACA JUGA:Bazar Pasar Malam Tidak Kantongi Izin, Hari Ini Terancam Dibubarkan

"Sempat dijanjikan akan cair waktu mereka sedang mendata ke rumah, tepatnya hari Jumat tanggal 30 Desember 2022 lalu. Tapi pada saat pencairan keesokan harinya Sabtu tanggal 31 Desember justru kami dapat pesan whatsapp, ternyata yang kami tidak jadi dapat," ungkapnya.

Dilanjutkannya, beberapa hari lalu dirinya sempat membaca berita online dari Curup Ekspress. Dimana ada 16 pelaku usaha yang menerima bantuan Pena senilai Rp 5,5 juta tersebut.

Namun tidak satu pun orang yang ada di kelompok RST yang menerima, akan tetapi orang lain.

"Setelah membaca berita Curup Ekspress itu kami terkejut, kami yang di data tapi kok orang lain yang dapat," ujarnya.

BACA JUGA:Wow! Stok Blanko e-KTP Hanya Tersisa 600 Keping

BACA JUGA:Penampilan Artis Papan Atas Ini Buat Ribuan Penonton Pecah

Oleh sebab itu lanjut Sari, dirinya bersama rombongan kelompok RST mengunjungi Kantor Sekretariat PKH untuk memperoleh penjelasan yang lengkap mengapa hal tersebut terjadi.

"Info dari PKH memang ada data kelompok kedua selain mereka, dan yang cair itu kelompok kedua itu," tuturnya.

Sumber: