Pasca jadi Caleg, Warga Laporkan Kades Tebat Monok Dugaan Penggelapan ADD

Pasca jadi Caleg, Warga Laporkan Kades Tebat Monok Dugaan Penggelapan ADD

==Anah==--

KEPAHIANG,CURUPEKSPRESS.COM - Salah seorang oknum Kades di Kabupaten Kepahiang yang saat ini telah mendaftarkan dirinya sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), yakni Kades Tebat Monok Kecamatan Kepahiang dilaporkan warganya.

Oknum Kades tersebut dilaporkan dengan dugaan melakukan penggelapan terhadap anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sejak beberapa waktu lalu. 

Hal ini setelah Anah (35) salah seorang Kader Posyandu yang juga merupakan ketua Perpus desa, membeberkan beberapa fakta kepada wartawan Curup Ekspress, pada Sabtu (2/9) kemarin sekira pukul 17.30 WIB. Dimana beberapa fakta itu disampaikannya melalui via phone, serta memberikan video keluhan berdurasi 6 menit lebih kepada wartawan. 

Adapun kecurigaan penggelapan ADD yang dilakukan oleh mantan kades  itu sampai Anah, sudah dilakukan sejak setahun lalu. Hal itu diungkapkannya, lantaran gaji perangkat desa setempat gajinya selalu di potong setiap tahun.

 Padahal dari informasi yang diterimanya, anggaran ADD Tebat Monok mengalami kebaikan dari tahun sebelumnya.

"Kami sudah menaruh kecurigaan ADD digelapkan mantan kades sejak setahun lalu. Karena selain gaji perangkat selalu dikurang-kurangi, gaji perangkat juga selalu terlambat pencairannya. Bahkan sudah dua kali gaji sejak awal tahun 2022 lalu perangkat desa kita dipotong terus hingga saat ini," ungkapnya.

Dikatakan Ana, total DD/ADD Tebat Monok sebesar Rp 1,3 miliar. Dimana untuk ADD nya sendiri sebesar Rp 400 juta. Dari DD/ADD yang ada itu, pihak Pemdes Tebat Monok tidak pernah transparan dalam merealisasikan anggarannya. Bahkan sejak beberapa tahun kebelakang, anggaran untuk perpustakaan desa yang seharusnya diberikan juga tidak pernah ada.

BACA JUGA:

"Sebelumnya sudah beberapa kali kita melakukan mediasi terkait dengan permasalahan yang ada di desa. Namun tidak satu permasalahan yang bisa diselesaikan oleh kades yang bersangkutan. Bahkan mantan kades kita itu, sempat menjanjikan akan membayar kekurangan gaji perangkat pada pencairan tahap II tahun 2022 lalu, dengan alasan terjadi kesalahan penghitungan anggaran sebelumnya. Hanya saja sampai saat ini, tidak ada kejelasan terhadap permasalahan itu. Padahal seperti yang kita ketahui bersama, saat ini mantan kades kita itu mendaftarkan diri jadi Bacaleg," terangnya.

Diterangkan Anah, pihaknya juga sudah melaporkan dan mengkoordinasikan hal tersebut kepada kades, bendahara, Ketua Apdesi, bahkan ke pihak PMD. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan, jalan keluar,serta tindak terhadap permasalahan itu. Sehingga diungkapkan Anah, dirinya mewakili perangkat desa melayangkan surat terbuka untuk beberala pihak terkait, termasuk untuk Presiden Jokowi.

"Belum ada tindak lanjut dari beberapa pihak terkait, namun disampaikan Ketua Apdesi dan camat kita, tidak mungkin anggaran ADD Tebat Monok tidak bisa membayarkan gaji perangkat sebagaimana mestinya. Karena ADD Tebat Monok terbilang besar dan mencukupi," terangnya.

Sementara terkait dengan anggaran perpus desa lanjut Anah. Sejak awal dirinya dilantik dan diberikan SK pada 28 Februari 2023 lalu. Dirinya dijanjikan kades anggaran Rp 5-10 juta untuk operasional perpus setiap tahu. Hanya saja sampai saat ini, anggaran tersebut ternyata tidak ada. Bahkan dikatakan bendahara dan sekretaris desa, memang anggaran operasional perpus tidak ada. Dan tidak sesuai dengan SK yang sudah ditandatanganinya.

"Mohon maaf saat ini saya belum bisa menjalankan kinerja program perpus, karena memang tidak dianggarkan oleh Pemdes setempat," sampainya.

Lebih lanjut diterangkan Anah, terkait penggelapan ini akan dilaporkan pihaknya kepada Polres Kepahiang Polda Bengkulu. Bahkan bukan hanya itu saja tambah Anah, dirinya juga akan melaporkan pungli yang terjadi di Desa Tebat Monok oleh Tim Saber Pungli Polres Kepahiang, dan juga Ombudsman Provinsi Bengkulu.

Sumber: