Radang Amandel Sering Menyerang Anak, Ini Penjelasan dan Penanganannya

Radang Amandel Sering Menyerang Anak, Ini Penjelasan dan Penanganannya

Ilustrasi Radang --

CURUPEKSPRESS.COM - Radang amandel atau tonsilitis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh anak-anak. amandel sendiri adalah dua kelenjar kecil yang terletak di bagian belakang tenggorokan dan berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh. Organ ini berfungsi sebagai penyaring bakteri dan virus yang masuk melalui mulut dan hidung. Namun, ketika tubuh terpapar infeksi secara berlebihan, amandel justru dapat mengalami peradangan dan pembengkakan.

Pada anak-anak, sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya matang membuat mereka lebih rentan mengalami infeksi, termasuk radang amandel. Kondisi ini umumnya dipicu oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan tenggorokan terasa nyeri, sulit menelan, hingga menurunnya nafsu makan. Jika tidak ditangani dengan tepat, radang amandel dapat mengganggu aktivitas anak dan menurunkan kualitas hidupnya.

Selain faktor infeksi, pola makan juga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan amandel. Beberapa jenis makanan diketahui dapat melemahkan daya tahan tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Mi instan, makanan cepat saji, serta minuman tinggi gula dan rendah nutrisi sebaiknya dihindari, terutama saat anak sedang sakit. Makanan-makanan tersebut tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan justru dapat memperburuk kondisi sistem imun.

BACA JUGA: 10 Manfaat Jeruk Nipis untuk Rambut Sehat, Kuat, dan Berkilau Secara Alami

BACA JUGA:Ini Lokasi Wisata Rumah Marmut dan Jeruk BW di Curup

Zaidul Akbar, seorang dokter yang dikenal dengan konsep Jurus Sehat Rasulullah, menjelaskan bahwa lebih dari 70 persen sistem kekebalan tubuh manusia berada di saluran pencernaan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesehatan pencernaan melalui asupan makanan yang tepat. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik atau bakteri baik, seperti yogurt alami atau makanan fermentasi, dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota usus sehingga daya tahan tubuh meningkat secara alami.

Selain menjaga pola makan, pemberian bahan alami juga dapat menjadi alternatif pendukung penyembuhan radang amandel pada anak. Zaidul Akbar menganjurkan orang tua untuk memberikan madu murni yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Madu dapat membantu meredakan peradangan sekaligus memberikan energi bagi tubuh. Selain itu, tanaman herbal seperti sambiloto juga dikenal memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas dan melawan infeksi, yang dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul sesuai aturan.

Gejala radang amandel umumnya dapat dikenali dengan cukup mudah. Mengutip informasi dari Halodoc, penderita biasanya akan mengalami sakit tenggorokan, demam, batuk, sakit kepala, hingga mual. Pada beberapa kasus, anak juga bisa terlihat lemas dan rewel akibat rasa tidak nyaman di tenggorokan. Kabar baiknya, sebagian besar kasus radang amandel dapat pulih dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari dengan perawatan yang tepat, istirahat cukup, serta asupan nutrisi yang seimbang.

BACA JUGA: Tahun Ini Enam CJH Rejang Lebong Dipastikan Berangkat

BACA JUGA:Desa di Rejang Lebong Prioritaskan Dana Desa Tahap I untuk Penanganan Stunting

Meski demikian, orang tua tetap perlu waspada apabila gejala tidak kunjung membaik atau justru semakin parah. Jika anak mengalami demam tinggi berkepanjangan, kesulitan bernapas, atau nyeri hebat saat menelan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

 

 

Sumber: