Tak Semua Buah Sama, Ini Panduan Konsumsi Buah yang Tepat Menurut Menkes
Pentingnya pemilihan buah-buahan dalam konsumsi sehari-hari-ilustrasi/net-
CURUPEKSPRESS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan pandangannya mengenai cara mengonsumsi buah secara tepat agar manfaatnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ia menekankan bahwa buah memang dikenal sebagai sumber vitamin dan serat yang baik, namun tidak semua buah memiliki kandungan gula dan kalori yang sama. Oleh karena itu, pemilihan jenis buah seharusnya tidak dilakukan secara asal, melainkan disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik dan kebutuhan energi masing-masing individu.
Menurut Budi, pemahaman mengenai perbedaan kandungan nutrisi dalam buah sangat penting agar konsumsi buah tidak justru berdampak berlebihan bagi tubuh. Ia menjelaskan bahwa ada buah-buahan yang relatif rendah gula dan kalori, namun ada pula yang mengandung gula cukup tinggi sehingga berfungsi sebagai sumber energi cepat. Jika seseorang ingin mengonsumsi buah setiap hari untuk mendapatkan asupan vitamin dan serat, maka sebaiknya memilih buah dengan kandungan gula yang rendah.
BACA JUGA:Tak Selalu Aman, Ini Efek Samping Nanas bagi Kesehatan
BACA JUGA: Daftar Makanan yang Harus Dibatasi Saat Diet agar Lemak Perut Cepat Hilang
Beberapa contoh buah yang direkomendasikan untuk konsumsi harian antara lain semangka, stroberi, dan alpukat. Buah-buahan ini dikenal memiliki kalori dan gula yang relatif rendah, sehingga aman dikonsumsi secara rutin. Alpukat bahkan memiliki keunggulan tersendiri karena mengandung lemak baik yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Dengan memilih buah yang tepat, manfaat nutrisi dapat diperoleh secara optimal tanpa meningkatkan asupan kalori berlebihan.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa kebutuhan energi seseorang sangat dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari. Orang yang aktif bergerak, rutin berolahraga, atau memiliki intensitas aktivitas tinggi tentu memerlukan asupan kalori yang lebih besar dibandingkan mereka yang aktivitasnya cenderung ringan. Karena itu, jenis buah yang dikonsumsi pun sebaiknya menyesuaikan kondisi tersebut.
Bagi individu yang rutin melakukan olahraga berat, seperti lari jarak jauh, buah dengan kandungan kalori dan gula lebih tinggi justru dapat menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Buah seperti pisang, anggur, dan kurma mengandung karbohidrat alami yang mampu memberikan energi cepat dan membantu menjaga stamina selama beraktivitas. Namun, ia mengingatkan bahwa konsumsi buah-buahan tinggi kalori ini sebaiknya disesuaikan dengan frekuensi dan intensitas olahraga yang dilakukan.
Ia menegaskan bahwa jika seseorang tidak berolahraga secara rutin, terutama aktivitas berat seperti lari, maka konsumsi buah tinggi kalori sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelebihan asupan energi yang pada akhirnya bisa berdampak pada peningkatan berat badan atau gangguan kesehatan lainnya. Dengan kata lain, buah tetap sehat, tetapi jumlah dan jenisnya harus disesuaikan dengan gaya hidup.
Pengalaman di dunia olahraga, khususnya lari, menjadi contoh nyata dari prinsip tersebut. Dalam berbagai ajang lari, panitia sering menyediakan pisang sebagai camilan bagi para peserta. Hal ini bukan tanpa alasan. Pisang dikenal sebagai sumber energi cepat yang mudah dicerna dan mampu membantu tubuh memenuhi kebutuhan kalori saat berlari. Bagi para pelari, keberadaan pisang di tengah lomba menjadi hal yang sangat familiar dan bermanfaat.
Melalui contoh ini, Budi ingin menegaskan bahwa buah bukan hanya sekadar sumber vitamin dan serat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung performa fisik dan menjaga stamina. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat memanfaatkan buah sesuai fungsinya, baik untuk kesehatan sehari-hari maupun untuk menunjang aktivitas fisik tertentu.
Sumber: