Meski Sehat, Makanan Ini Bisa Memperparah Batuk, Ini Penjelasannya
Konsumsi telur yang sebaiknya dibatasi saat sedang mengalami batuk agar tidak memperparah keadaan.-ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Saat mengalami batuk, tubuh berada dalam kondisi sensitif, terutama pada saluran pernapasan dan tenggorokan. Pada fase ini, tidak hanya obat dan istirahat yang perlu diperhatikan, tetapi juga asupan makanan harian. Menariknya, terdapat beberapa jenis makanan yang sebenarnya bernilai gizi tinggi, namun disarankan untuk dihindari sementara waktu karena berpotensi memperparah rasa tidak nyaman saat batuk.
Perlu ditegaskan bahwa makanan-makanan tersebut bukanlah makanan "buruk" atau tidak sehat. Namun, respons tubuh saat batuk bisa berbeda dibandingkan ketika tubuh dalam kondisi sehat. Reaksi inilah yang dapat menimbulkan keluhan tambahan, seperti tenggorokan terasa penuh lendir, hidung tersumbat, atau batuk yang semakin sering. Mengutip kanal kesehatan NDTV, berikut penjelasan mengenai beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi sementara ketika batuk.
1. Susu dan produk olahannya
Susu dan olahan susu dikenal sebagai sumber nutrisi yang sangat baik. Kandungan protein berkualitas tinggi, kalsium, vitamin B12, serta probiotik di dalamnya berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem pencernaan.
Meski demikian, produk susu kerap dikaitkan dengan memburuknya gejala batuk dan hidung tersumbat, terutama saat terjadi infeksi saluran pernapasan. Sejumlah penelitian ilmiah menyatakan bahwa susu tidak secara langsung meningkatkan produksi lendir di paru-paru. Namun, hasil penelitian masih belum sepenuhnya konsisten.
Para peneliti menduga bahwa tekstur susu yang relatif kental, ketika bercampur dengan air liur, dapat melapisi tenggorokan. Lapisan ini menimbulkan sensasi lendir yang terasa lebih tebal, sehingga batuk menjadi lebih mengganggu, meskipun jumlah lendir sebenarnya tidak bertambah.
BACA JUGA: Honda Brio Satya S CVT Resmi Meluncur, Ini Daftar Harga Lengkap Mobil LCGC Januari 2026
BACA JUGA: Sakit Kepala Saat Haid, Normal atau Berbahaya ? Ini Penjelasannya
2. Seafood atau makanan laut
Seafood merupakan sumber nutrisi penting, seperti seng, selenium, yodium, dan asam lemak omega-3 yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan jantung.
Namun, beberapa jenis seafood, terutama kerang-kerangan, termasuk dalam kelompok alergen makanan yang cukup umum di berbagai negara. Menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases (Amerika Serikat), kerang dapat memicu pelepasan histamin, bahkan pada individu yang tidak memiliki alergi berat.
Histamin berperan dalam meningkatkan sekresi lendir di hidung, menyebabkan pembengkakan tenggorokan, rasa gatal, serta sensasi lendir berlebih. Kondisi ini dapat memperparah hidung tersumbat dan memicu batuk yang lebih intens.
3. Telur
Telur dikenal sebagai makanan bergizi tinggi karena mengandung protein bermutu, vitamin D, vitamin B12, selenium, serta kolin yang penting bagi fungsi otak dan daya tahan tubuh.
Sumber: