Menu Buka Puasa yang Salah Bisa Menghambat Recovery, Ini Faktanya
Selektif dan memperhatikan nilai gizi pada makanan atau minuman saat berbuka puasa sangatlah penting dalam menunjang recovery tubuh.--
CURUPEKSPRESS.COM - Selama bulan Ramadan, banyak orang memandang waktu berbuka puasa sebagai momen untuk sekadar menghilangkan rasa lapar. Prinsip yang sering digunakan pun sederhana, yang penting perut terasa kenyang. Pola pikir ini wajar, mengingat tubuh telah menahan lapar dan haus selama berjam-jam. Namun, pendekatan tersebut sebenarnya kurang tepat, terutama bagi kamu yang tetap aktif bergerak, rutin berolahraga, atau ingin menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.
Menu buka puasa sejatinya tidak hanya berfungsi untuk mengisi perut, tetapi juga berperan penting dalam proses pemulihan tubuh. Makanan yang dikonsumsi saat berbuka akan memengaruhi seberapa cepat energi kembali pulih, bagaimana otot memperbaiki diri, serta kesiapan tubuh untuk menjalani aktivitas berikutnya.
Selama berpuasa, tubuh berada dalam kondisi katabolik, yaitu keadaan ketika tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan, bahkan sebagian jaringan, untuk mempertahankan fungsi vital. Jika kondisi ini berlangsung lama tanpa asupan nutrisi yang tepat, jaringan otot dapat terdampak, terutama pada individu dengan aktivitas fisik yang cukup tinggi. Oleh karena itu, menu buka puasa yang tepat menjadi kunci penting untuk membantu tubuh beralih kembali ke kondisi pemulihan.
BACA JUGA:Kenali Manfaat Kaldu MPASI untuk Mendukung Tumbuh Kembang Bayi BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Siapkan Sejumlah Event Unggulan untuk Genjot Wisata
Setelah sekitar 12-14 jam tanpa asupan makanan dan cairan, tubuh mengalami penurunan cadangan glikogen serta kekurangan cairan. Otot yang digunakan sepanjang hari baik untuk bekerja, berolahraga, maupun aktivitas ringan, mengalami kelelahan dan kerusakan mikro pada seratnya. Pada momen berbuka, tubuh berada dalam kondisi paling reseptif terhadap nutrisi. Inilah waktu terbaik untuk memberikan asupan yang tepat.
Agar pemulihan berjalan optimal, terdapat beberapa prinsip nutrisi yang sebaiknya diperhatikan dalam menyusun menu buka puasa.
1. Protein sebagai fondasi pemulihan otot
Protein berperan menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki dan membangun kembali serat otot yang rusak. Konsumsi protein berkualitas tinggi saat berbuka membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus menjaga massa otot selama berpuasa. Selain itu, protein juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol asupan makanan berlebihan.
2. Karbohidrat sebagai pengisi ulang energi
Karbohidrat berfungsi mengembalikan cadangan glikogen yang habis selama puasa. Kombinasi karbohidrat sederhana dan kompleks sangat dianjurkan. Karbohidrat sederhana membantu menaikkan energi dengan cepat, sedangkan karbohidrat kompleks menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa lemas setelah makan.
3. Cairan dan elektrolit untuk keseimbangan tubuh
Kekurangan cairan dapat memperlambat pemulihan otot dan menurunkan performa tubuh. Oleh sebab itu, air putih serta mineral seperti natrium dan kalium penting untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan menjaga fungsi otot tetap optimal.
Selain memperhatikan jenis nutrisi, urutan konsumsi makanan saat berbuka juga berpengaruh. Idealnya, berbuka dimulai dengan air putih dan sumber gula alami seperti kurma atau buah. Setelah itu, konsumsi protein ringan seperti sup ayam, telur, atau yogurt, baru kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang mengandung kombinasi protein, karbohidrat, dan lemak sehat. Pola ini membantu sistem pencernaan beradaptasi dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
BACA JUGA: Bukan Cuma Faktor Usia, Gaya Hidup Ini Picu Nyeri Punggung Bawah
Sumber: