Lebih Bernutrisi dari Gula Putih? Ini Fakta tentang Molasses

 Lebih Bernutrisi dari Gula Putih? Ini Fakta tentang Molasses

Lebih Bernutrisi dari Gula Putih? Ini Fakta tentang Molasses--

 

CURUPEKSPRESS.COM - Molasses merupakan salah satu jenis pemanis alami yang cukup dikenal dan kerap digunakan dalam berbagai olahan makanan maupun minuman. Bahan ini sering dijumpai dalam pembuatan roti, kue, hingga minuman tradisional karena memberikan rasa manis yang khas dan aroma yang lebih kuat dibandingkan gula pasir. Selain fungsinya sebagai pemanis, Molasses juga diketahui mengandung sejumlah mineral yang memberikan nilai tambah dari sisi gizi apabila dikonsumsi secara bijak.

Secara umum, molasses adalah cairan kental berwarna cokelat gelap yang berasal dari proses pengolahan gula tebu atau gula bit. Dalam proses tersebut, gula dikristalkan, sementara cairan sisa kristalisasi yang tertinggal dikenal sebagai molasses. Karena tidak mengalami pemurnian lanjutan seperti gula pasir, sebagian kandungan mineral alaminya masih tersimpan. Inilah yang membuat molasses memiliki profil gizi yang sedikit lebih beragam dibandingkan gula putih biasa. Meski demikian, molasses tetap tergolong sebagai gula tambahan sehingga konsumsinya tidak boleh berlebihan.

Berdasarkan informasi kesehatan dari alodokter.com, molasses mengandung beberapa mineral penting, seperti kalium, kalsium, magnesium, zat besi, natrium, zinc, serta kolin. Kandungan inilah yang membuat molasses berpotensi memberikan manfaat tertentu bagi kesehatan tubuh.

BACA JUGA: Lebih Efektif dan Aman, Terapi HNS Generasi Baru Tawarkan Harapan bagi Penderita Apnea Tidur

BACA JUGA: BPOM Terapkan Nutri Grade 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Industri

Salah satu manfaat molasses adalah membantu menjaga tekanan darah. Kandungan kalium di dalamnya berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung pengaturan tekanan darah. Dalam satu sendok makan molasses, terkandung sekitar 293 mg kalium atau sekitar 13 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Meskipun demikian, pemenuhan kebutuhan kalium tetap dianjurkan berasal dari sumber makanan sehat lain, seperti buah dan sayuran, bukan hanya dari molasses.

Selain itu, molasses juga dapat mendukung daya tahan tubuh. Kandungan zinc di dalamnya berperan dalam membantu kerja sistem imun, termasuk mendukung fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Walaupun jumlah zinc dalam molasses relatif kecil dan belum mencukupi kebutuhan harian, penggunaan molasses sebagai pengganti gula biasa tetap dapat memberikan tambahan manfaat nutrisi.

Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah perannya dalam menjaga kesehatan tulang. Molasses mengandung kalsium dan zinc yang berkontribusi dalam mempertahankan kepadatan tulang. Asupan kalsium yang cukup diketahui dapat membantu menurunkan risiko osteoporosis, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat.

Molasses juga mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan gejala mudah lelah, lemas, dan pucat. Oleh karena itu, molasses dapat menjadi alternatif pemanis yang lebih bernutrisi, khususnya bagi vegetarian atau vegan yang memerlukan sumber zat besi nabati tambahan.

Dalam praktik tradisional, molasses juga kerap digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan, seperti sembelit. Kandungan mineral tertentu di dalamnya diyakini dapat membantu menarik air ke dalam usus, sehingga feses menjadi lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Meski demikian, manfaat ini tetap perlu diimbangi dengan asupan serat yang cukup dari makanan lain.

Walaupun memiliki beberapa manfaat, konsumsi molasses tetap perlu dibatasi. Kandungan gulanya yang cukup tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes atau pradiabetes. Konsumsi berlebihan juga berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau diare, serta meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Selain itu, kandungan kalium dalam molasses perlu diwaspadai oleh individu dengan gangguan ginjal.

BACA JUGA:OPD Diminta Lebih Agresif Gaet Investor, Ini Imbauan Pemkab Rejang Lebong Dorong

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Label Peringatan Gula Tinggi pada Makanan dan Minuman, Ini Tujuannya

Sumber: