Jerawat Ternyata Berdampak Besar pada Mental Remaja

 Jerawat Ternyata Berdampak Besar pada Mental Remaja

Kulit berminyak dan berjerawat yang perlu perawatan lebih intens.--

 

 CURUPEKSPRESS.COM - Jerawat selama ini kerap dipandang sebagai masalah kulit yang wajar dialami oleh remaja. Banyak orang menganggapnya sebagai "fase" yang akan berlalu seiring bertambahnya usia. Namun, di balik anggapan tersebut, Jerawat ternyata dapat membawa dampak psikologis yang jauh lebih serius daripada sekadar perubahan fisik pada wajah. Bagi sebagian remaja, Jerawat bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan mental, mulai dari menurunnya rasa percaya diri hingga risiko depresi.

Dokter spesialis kulit, dr. Akriti Gupta, menjelaskan bahwa jerawat pada masa remaja sering kali memengaruhi cara seseorang memandang dan menilai dirinya sendiri. Menurutnya, masalah ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi mental remaja yang masih berada dalam fase perkembangan.

"Banyak remaja menganggap jerawat hanya masalah kulit biasa. Padahal, beban emosional yang menyertainya bisa sangat berat," ujar dr. Gupta, seperti dikutip dari Hindustan Times.

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan Label Peringatan Gula Tinggi pada Makanan dan Minuman, Ini Tujuannya

BACA JUGA:Orang Galak Saat Ditagih Utang? Ini Penjelasan Psikologis yang Jarang Diketahui

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien remaja yang datang ke kliniknya bukan hanya ingin menghilangkan jerawat secara fisik. Banyak dari mereka datang karena jerawat sudah mulai mengganggu rasa percaya diri, interaksi sosial, bahkan aktivitas sehari-hari. Jerawat muncul pada periode kehidupan yang sangat rentan, ketika identitas diri, harga diri, dan posisi sosial sedang dibentuk.

Masa remaja merupakan tahap penting dalam proses pencarian jati diri. Pada fase ini, penerimaan dari lingkungan sekitar memiliki peran besar. Sayangnya, kemunculan jerawat justru sering membuat remaja merasa berbeda, minder, dan tidak nyaman berada di tengah orang lain.

"Tidak sedikit remaja yang menghindari kontak mata, menolak ikut kegiatan sosial, bahkan memilih tidak masuk sekolah ketika jerawatnya sedang meradang," jelas dr. Gupta.

Dampak emosional jerawat sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Perubahan suasana hati, mudah tersinggung, menarik diri dari lingkungan, kehilangan minat pada hobi, hingga ketergantungan pada filter media sosial sering dianggap sebagai perilaku remaja pada umumnya. Padahal, menurut dr. Gupta, tanda-tanda tersebut bisa menjadi sinyal adanya tekanan psikologis yang serius.

"Ketika seorang remaja menghabiskan waktu lama di depan cermin untuk memeriksa setiap pori wajahnya, itu jarang berkaitan dengan kesombongan. Lebih sering, itu adalah bentuk kecemasan," katanya.

BACA JUGA: POCO F7 Ultra atau POCO F8 Ultra? Simak Perbandingan Lengkap Sebelum Membeli

BACA JUGA: Tak Sekadar Takjil, Ini Manfaat Kurma dan Keju untuk Tubuh Saat Berbuka Puasa

Lebih jauh, dr. Gupta menjelaskan bahwa jerawat dan depresi memiliki hubungan dua arah. Jerawat dapat memicu stres dan depresi, sementara depresi juga dapat memperburuk kondisi jerawat. Perubahan hormon, kualitas tidur yang buruk, serta peradangan akibat stres dapat memperparah kondisi kulit.

Sumber: