Jarang Salat Tarawih, Apakah Puasa Tetap Diterima? Simak Penjelasannya

 Jarang Salat Tarawih, Apakah Puasa Tetap Diterima? Simak Penjelasannya

Jarang Salat Tarawih, Apakah Puasa Tetap Diterima? Simak Penjelasannya--

 

CURUPEKSPRESS.COM - Tidak sedikit umat Islam yang bertanya, apabila seseorang tidak melaksanakan salat Tarawih, apakah puasanya tetap sah? Pertanyaan ini sangat wajar muncul, terutama ketika Ramadan tiba. Suasana bulan suci sering menghadirkan dorongan kuat untuk beribadah secara maksimal. Ada keinginan untuk tidak melewatkan satu pun amalan agar Ramadan terasa sempurna. Namun, dalam memahami persoalan ini, diperlukan penjelasan yang jernih dan berdasarkan ilmu.

Dalam kajian fikih, setiap ibadah memiliki kedudukan hukum yang berbeda. Ada ibadah yang bersifat wajib dan ada pula yang bersifat sunnah. Memahami perbedaan ini sangat penting agar kita tidak keliru dalam menilai sah atau tidaknya suatu amalan.

Puasa Ramadan merupakan rukun Islam yang keempat. Kewajiban ini ditegaskan Allah Swt. dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk berpuasa. Artinya, Puasa Ramadan adalah kewajiban yang mengikat setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Syarat tersebut meliputi beragama Islam, berakal, balig, mampu, serta suci dari haid dan nifas bagi perempuan. Selain itu, Puasa harus disertai niat dan dijalankan dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Apabila seseorang dengan sengaja makan, minum, atau melakukan perbuatan yang membatalkan puasa pada siang hari tanpa uzur yang dibenarkan, maka puasanya batal. Dengan demikian, ukuran sah atau tidaknya puasa sangat berkaitan dengan terpenuhi atau tidaknya rukun dan syarat tersebut.

Adapun salat Tarawih memiliki kedudukan sebagai sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Tarawih dilaksanakan setelah salat Isya pada malam-malam Ramadan. Pada masa sahabat, jumlah rakaat yang dikerjakan berkisar antara delapan hingga dua puluh rakaat. Meskipun sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan, Tarawih bukanlah ibadah wajib seperti salat lima waktu atau puasa Ramadan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditegaskan bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan salat Tarawih. Puasa dan Tarawih adalah dua ibadah yang berdiri sendiri. Keduanya memiliki hukum, rukun, dan syarat yang berbeda. Tidak mengerjakan Tarawih tidak membatalkan puasa, karena Tarawih bukan bagian dari rukun puasa. Selama puasa dijalankan sesuai ketentuan syariat, maka puasanya tetap sah secara hukum.

Meski demikian, meninggalkan Tarawih berarti melewatkan keutamaan yang besar. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa siapa yang menegakkan qiyam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Qiyam Ramadan mencakup pelaksanaan Tarawih. Selain itu, terdapat hadis yang menerangkan bahwa orang yang salat bersama imam hingga selesai akan dicatat memperoleh pahala seperti qiyam semalam penuh. Keutamaan ini tentu menjadi kesempatan berharga yang sayang untuk dilewatkan.

Dari sisi spiritual, Tarawih juga berfungsi menguatkan jiwa. Suasana masjid yang khusyuk, lantunan ayat-ayat suci, serta kebersamaan dalam berjamaah menumbuhkan ketenangan batin. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas ruhani. Tarawih menjadi salah satu sarana untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Tarawih dapat dikerjakan di rumah, baik sendiri maupun bersama keluarga. Bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, mereka memang tidak diperbolehkan melaksanakan salat, termasuk Tarawih. Sementara bagi orang yang kelelahan karena pekerjaan atau memiliki kondisi tertentu, ibadah dapat disesuaikan dengan kemampuan tanpa memaksakan diri hingga menimbulkan mudarat.

Tarawih mengandung banyak keutamaan, mulai dari peluang ampunan dosa hingga penguatan spiritual. Oleh karena itu, jika memiliki kesempatan dan kemampuan, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya agar Ramadan semakin bermakna dan penuh keberkahan.  

Sumber: