Jaga Bayi Tetap Aman Saat Lebaran, Hindari Sentuhan Berlebihan Demi Cegah Campak

Jaga Bayi Tetap Aman Saat Lebaran, Hindari Sentuhan Berlebihan Demi Cegah Campak

Jaga Bayi Tetap Aman Saat Lebaran, Hindari Sentuhan Berlebihan Demi Cegah Campak-Ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan, terutama saat melakukan kegiatan silaturahmi. Salah satu perhatian utama datang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh bayi ketika berkunjung ke rumah kerabat. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit campak yang berpotensi meningkat saat momen berkumpul bersama keluarga.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menegaskan bahwa kebiasaan menyentuh bayi atau balita ketika bersilaturahmi sebaiknya dikurangi. Hal tersebut penting karena bayi dan anak kecil memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih rentan tertular penyakit menular.

Pada masa perayaan seperti Idul Fitri, mobilitas masyarakat meningkat dan interaksi antaranggota keluarga menjadi lebih intens. Kondisi ini dapat memicu penyebaran penyakit menular, termasuk Campak, apabila masyarakat tidak menerapkan kewaspadaan.

• Mengenal Penyakit Campak

Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan air liur atau droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus tersebut bahkan dapat bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga orang lain dapat tertular jika tidak sengaja menghirup atau menyentuh benda yang terkontaminasi.

Tingkat penularan campak tergolong sangat tinggi. Dalam kelompok orang yang belum memiliki kekebalan, sebagian besar individu yang terpapar virus ini berisiko tertular. Karena itu, penyakit ini sering menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat atau ketika terjadi perkumpulan besar.

Gejala campak biasanya muncul sekitar 7-14 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada tahap awal, penderita dapat mengalami demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan mata merah. Setelah beberapa hari, muncul ruam kemerahan yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak. Komplikasi tersebut dapat berupa radang paru-paru, diare berat, infeksi telinga, hingga radang otak yang berpotensi mengancam jiwa.

• Pentingnya Kewaspadaan Saat Silaturahmi

Pada saat Lebaran, masyarakat biasanya saling berkunjung dan berkumpul dalam jumlah besar. Dalam situasi seperti ini, potensi penyebaran penyakit menular meningkat. Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menunda kegiatan berkumpul apabila sedang mengalami gejala penyakit, seperti demam atau ruam kemerahan yang mengarah pada campak.

Jika seorang anak menunjukkan gejala tersebut, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan menghindari keramaian, termasuk tempat wisata atau pusat perbelanjaan.

Langkah ini penting dilakukan agar virus tidak menyebar kepada anggota keluarga lain, terutama kelompok yang rentan seperti bayi, balita, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

• Upaya Pencegahan Campak

Sumber: