Pembelajaran Makin Canggih! 321 Sekolah di Bengkulu Kini Gunakan Smart TV
Walikota Bengkulu saat melihat pembelajaran digital dengan menggunakan smart tv di sekolah-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Transformasi pembelajaran dari sistem konvensional menuju ekosistem digital di Kota Bengkulu terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, pemerintah daerah secara bertahap mendistribusikan ratusan perangkat Smart TV ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kehadiran perangkat ini menjadi salah satu instrumen utama dalam mendorong modernisasi metode belajar mengajar di era digital.
Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tetapi juga menjawab tantangan global akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengungkapkan bahwa distribusi perangkat Smart TV telah menjangkau hampir seluruh sekolah di bawah kewenangan pemerintah kota. Ia menyatakan bahwa pada tahun 2025 sebagian besar satuan pendidikan telah menerima bantuan tersebut, baik di tingkat PAUD, SD, maupun SMP.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran memberikan dampak positif yang cukup signifikan. Guru dapat menyajikan materi secara lebih interaktif melalui video, animasi, maupun presentasi digital, sehingga siswa menjadi lebih mudah memahami materi pelajaran.
Selain itu, suasana belajar yang lebih menarik juga dinilai mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa di dalam kelas.
Berdasarkan data teknis Disdikbud Kota Bengkulu, sebanyak 321 satuan pendidikan telah menerima perangkat Smart TV. Rinciannya meliputi 148 PAUD, 121 SD, dan 52 SMP. Saat ini, setiap sekolah rata-rata memiliki satu hingga tiga unit perangkat, yang disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar di masing-masing institusi.
Meski demikian, Ilham mengakui bahwa rasio antara jumlah perangkat dan jumlah siswa masih belum ideal. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong adanya penambahan unit pada tahun anggaran 2026. Ia berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan komitmen untuk memperluas distribusi perangkat, sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat lebih merata.
Harapan tersebut sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Laporan dari UNESCO menyebutkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti layar interaktif dan perangkat multimedia, dapat membantu meningkatkan keterlibatan siswa, memperluas akses terhadap sumber belajar, serta mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning).
Selain itu, riset dari OECD juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi secara tepat dapat meningkatkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital.
Lebih lanjut, Disdikbud Kota Bengkulu telah menyusun peta jalan (roadmap) untuk pemerataan fasilitas digital di seluruh sekolah. Target utamanya adalah memastikan setiap satuan pendidikan memiliki standar minimal perangkat digital yang sama, sehingga tidak terjadi kesenjangan kualitas pembelajaran antar sekolah.
Dalam rencana tersebut, pemerintah daerah akan mengusulkan agar setiap sekolah minimal memiliki tiga unit Smart TV. Dengan jumlah tersebut, diharapkan proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam mendukung implementasi kurikulum yang menekankan pada pembelajaran interaktif dan berbasis proyek.
Sumber: