Mau Mudik Tanpa Mual? Hindari 4 Jenis Asupan Ini Sebelum Berangkat
Mau Mudik Tanpa Mual? Hindari 4 Jenis Asupan Ini Sebelum Berangkat-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Arus mudik Lebaran mulai terlihat di berbagai jalur transportasi di Indonesia. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memperkirakan sekitar 143,91 juta masyarakat akan melakukan perjalanan pulang kampung tahun ini.
Moda transportasi yang digunakan pun beragam, mulai dari kendaraan pribadi, bus, kereta api, pesawat, hingga kapal laut. Sebagian pemudik bahkan memilih berangkat lebih awal guna menghindari puncak kepadatan yang biasanya terjadi mendekati hari raya.
Perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam tentu membutuhkan persiapan matang. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, memilih rute yang tepat, serta menyiapkan barang bawaan, kondisi tubuh juga harus diperhatikan. Hal ini penting agar perjalanan tetap nyaman dan aman hingga tiba di tujuan.
Salah satu keluhan yang sering dialami selama perjalanan adalah mabuk perjalanan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga rasa tidak nyaman di perut. Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan, mabuk perjalanan terjadi akibat ketidaksesuaian sinyal antara mata, telinga bagian dalam (vestibular), dan otak saat tubuh mengalami gerakan berulang.
Selain faktor gerakan kendaraan, kondisi lambung juga berperan besar. Apa yang dikonsumsi sebelum perjalanan dapat memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap guncangan.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman sebelum berangkat. Berikut beberapa jenis yang sebaiknya dihindari:
1. Makanan Tinggi Lemak
Makanan tinggi lemak seperti gorengan dan makanan cepat saji memang praktis dan mudah ditemukan. Namun, jenis makanan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Menurut penelitian dalam jurnal Therapeutic Advances in Gastroenterology, lambung yang penuh dapat memperburuk rasa mual, terutama saat tubuh mengalami gerakan berulang.
Lemak memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga makanan bertahan lebih lama di dalamnya. Ketika kendaraan berguncang, kondisi ini dapat memicu respons mual yang lebih kuat. Kombinasi antara lambung penuh dan gerakan kendaraan membuat ketidaknyamanan di perut semakin mudah muncul.
2. Minuman Bersoda
Minuman bersoda kerap menjadi pilihan karena memberikan sensasi segar, terutama saat cuaca panas. Namun, kandungan karbon dioksida dalam minuman ini dapat menghasilkan gas yang menumpuk di lambung.
Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa peningkatan gas dalam lambung dapat menyebabkan peregangan dinding lambung (distensi), yang memicu rasa kembung dan tidak nyaman.
Saat perjalanan berlangsung, guncangan kendaraan dapat memperparah kondisi ini dan meningkatkan risiko mual.
3. Makanan Terlalu Pedas
Sumber: