Terungkap! Ini Dampak Peralatan Dapur terhadap Kandungan Gizi Makanan

Terungkap! Ini Dampak Peralatan Dapur terhadap Kandungan Gizi Makanan

Terungkap! Ini Dampak Peralatan Dapur terhadap Kandungan Gizi Makanan-Ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Tidak dapat disangkal bahwa makanan bergizi merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, ada aspek penting yang sering terabaikan, yakni kualitas peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan.

Padahal, faktor ini memiliki peran besar dalam menentukan keamanan dan kandungan gizi makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan oleh praktisi kesehatan, dr. Anton D. Saputra, SpA, AIFO-K, dalam sebuah wawancara. Ia menegaskan bahwa perhatian masyarakat masih cenderung terfokus pada bahan makanan, sementara kebersihan serta kualitas alat masak dan alat makan kerap diabaikan.

Menurutnya, peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan merupakan "perantara" penting sebelum makanan masuk ke dalam tubuh, sehingga kondisinya harus benar-benar diperhatikan.

Dalam prinsip keamanan pangan, proses pengolahan makanan tidak hanya berbicara tentang bahan yang segar dan bergizi, tetapi juga mencakup cara penyiapan yang higienis. Upaya ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi dari berbagai sumber, termasuk karat, kotoran, hingga mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan jamur.

Jika aspek ini diabaikan, maka makanan yang awalnya sehat dapat berubah menjadi sumber penyakit.

Sejalan dengan itu, World Health Organization (WHO) menekankan pentingnya menjaga kebersihan peralatan dapur sebagai bagian dari "Five Keys to Safer Food". Salah satu kunci utamanya adalah menjaga kebersihan, termasuk mencuci peralatan dengan benar dan memastikan tidak ada residu berbahaya yang tertinggal.

Hal ini menunjukkan bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada bahan, tetapi juga pada alat yang digunakan.

Lebih lanjut, dr. Anton menjelaskan bahwa peralatan yang berkualitas baik mampu menjaga kandungan nutrisi dalam makanan tetap optimal. Sebaliknya, peralatan yang rusak, misalnya berkarat, tidak hanya memengaruhi rasa makanan tetapi juga dapat merusak zat gizi di dalamnya. Salah satu contoh yang ia paparkan adalah vitamin C.

Zat ini dikenal sebagai antioksidan yang penting bagi tubuh, namun dapat mengalami kerusakan ketika bereaksi dengan karat, sehingga manfaatnya menjadi berkurang.

Selain itu, permukaan peralatan yang berkarat cenderung memiliki banyak pori-pori kecil. Kondisi ini menjadi tempat yang ideal bagi bakteri dan kuman patogen untuk berkembang biak. Akibatnya, risiko kontaminasi silang pada makanan menjadi semakin tinggi, terutama jika peralatan tersebut tidak dibersihkan dengan baik.

Risiko lain juga muncul dari penggunaan peralatan masak berlapis polimer, seperti teflon. Jika lapisan tersebut tergores atau rusak, partikel-partikel berbahaya berpotensi terlepas dan tercampur ke dalam makanan.

Dalam jangka panjang, paparan zat tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama jika digunakan secara terus-menerus.

Sumber: