Jangan Biarkan Hujan Merusak Mood, Ini Solusinya Menurut Psikolog

 Jangan Biarkan Hujan Merusak Mood, Ini Solusinya Menurut Psikolog

Musim Kemarau Tapi Masih Hujan, Ini Penjelasan BMKG--

 

CURUPEKSPRESS.COM - Hujan kerap membawa suasana yang berbeda bagi setiap orang. Di satu sisi, suara rintiknya dapat terasa menenangkan, tetapi di sisi lain, cuaca mendung dan udara lembap justru sering memicu perasaan tidak nyaman. Tidak sedikit orang yang mengalami penurunan suasana hati, merasa lebih mudah stres, atau emosinya menjadi kurang stabil ketika Hujan turun. Kondisi ini tidak terlepas dari pengaruh cuaca terhadap psikologis dan respons tubuh manusia.

Kurangnya paparan sinar matahari saat hujan diketahui dapat memengaruhi produksi hormon tertentu di dalam tubuh, seperti serotonin, yang berperan penting dalam menjaga kestabilan mood. Akibatnya, sebagian orang menjadi lebih mudah merasa murung, lesu, atau kehilangan semangat beraktivitas. Meski demikian, suasana hati yang menurun saat hujan bukanlah kondisi yang tidak dapat diatasi. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman.

Psikolog Klinis Forensik, Kasandra Putranto, mengungkapkan bahwa pilihan makanan dan minuman tertentu dapat membantu meningkatkan mood ketika hujan. Menurutnya, konsumsi minuman hangat merupakan langkah awal yang mudah dan efektif. Minuman seperti teh, cokelat hangat, atau kopi yang dikonsumsi dalam jumlah wajar dapat memberikan efek menenangkan bagi tubuh.

Minuman hangat tidak hanya membantu menghangatkan tubuh di tengah udara dingin, tetapi juga memberikan kenyamanan secara emosional. Sensasi hangat yang dirasakan mampu merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon yang berkaitan dengan perasaan senang dan nyaman. Secara khusus, cokelat hangat mengandung senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi endorfin sehingga suasana hati menjadi lebih baik.

Bagi sebagian orang yang kurang menyukai minuman manis, terdapat alternatif lain yang tidak kalah bermanfaat, yaitu minuman herbal hangat. Teh herbal seperti chamomile, jahe, peppermint, maupun berbagai jenis teh herbal lainnya dikenal memiliki efek relaksasi. Minuman ini membantu meredakan ketegangan fisik yang muncul akibat cuaca dingin dan lembap, sekaligus membantu menenangkan pikiran.

Selain minuman, asupan makanan juga memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan suasana hati saat hujan. Kasandra menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung triptofan, seperti pisang, oat atau gandum, serta kacang-kacangan. Triptofan merupakan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi serotonin.

Serotonin dikenal sebagai hormon yang berperan dalam menciptakan perasaan bahagia, tenang, dan stabil secara emosional. Oleh karena itu, asupan makanan yang kaya triptofan dapat membantu tubuh mengatur mood dan emosi dengan lebih baik, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung.

Tidak hanya itu, makanan yang mengandung magnesium dan lemak sehat juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Magnesium berperan dalam menjaga fungsi sistem saraf agar tetap stabil. Kekurangan magnesium diketahui berkaitan dengan munculnya gejala depresi ringan, seperti mudah lelah dan suasana hati yang menurun. Sementara itu, lemak sehat membantu mendukung fungsi otak dan keseimbangan hormon.

Kasandra juga menyebutkan bahwa cokelat hitam dapat menjadi pilihan camilan yang tepat saat hujan. Cokelat hitam mengandung flavonoid, magnesium, serta sedikit kafein yang dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Kandungan tersebut berkontribusi pada peningkatan konsentrasi sekaligus perbaikan suasana hati. Konsumsi cokelat dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan penurunan tingkat stres.

Selain makanan dan minuman tersebut, hidangan berkuah hangat juga sangat cocok disantap saat hujan. Sup, soto, atau masakan rumahan berkuah tidak hanya membantu menghangatkan tubuh, tetapi juga memberikan rasa aman dan kenyamanan emosional. Aroma dan rasa makanan berkuah kerap menghadirkan nostalgia positif yang mampu memperbaiki suasana hati, terutama ketika hujan turun dan aktivitas di luar rumah menjadi terbatas.

Dengan menjaga pola konsumsi yang seimbang dan memperhatikan kebutuhan tubuh, suasana hujan tidak lagi identik dengan perasaan murung, melainkan dapat menjadi momen yang nyaman dan menenangkan. 

 

Sumber: