Selain Rusak, Jalan Didaerah SBU juga Butuh Tebas Bayang

Senin 09-01-2023,00:00 WIB
Reporter : ARI MUHAMMAD RIDWAN
Editor : BELA RIZKI AGUSTIN

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Kondisi jalan sentral di wilayah Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) saat ini kondisinya rusak parah.

Hanya saja selain rusak dan berlubang, sisi pada jalan tersebut juga banyak dipenuhi semak dan alang-alang yang menganggu pengendara yang melintasi daerah tersebut. 

Dengan kondisi itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong, Mardin, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu agar Jalan Simpang Apur menuju Desa Karang Baru Kecamatan Sindang Beliti Ulu tersebut dapat segera dilakukan tebas bayang.

BACA JUGA:Jalan Bersemak, Dewan Minta Pemprov Lakukan Tebas Bayang

BACA JUGA:Bulog Terima 2,9 Ton Daging Beku, Minyak Goreng Kosong

"Kepada dinas terkait yakni PUPR Provinsi Bengkulu, kami atas nama warga Kecamatan Sindang Beliti Ulu mohon dilaksanakan pekerjaan tebas bayang mulai dari Simpang Apur sampai Karang Baru. Karena jalannya sudah sangat bersemak," ungkapnya.

Mardin mengatakan, ditambah lagi kondisi jalan tersebut rusak berat. Dimana jalan rusak dan berlubang diperkirakan mencapai 6 kilometer.

Lanjutnya, tidak hanya satu atau dua desa yang terdampak akibat kondisi yang memprihatinkan tersebut.

Melainkan ada 9 desa di Kecamatan Sindang Beliti Ulu yang warganya harus melintasi jalan rusak, penuh genangan air saat hujan serta rimbun karena dipenuhi semak pada sisi jalan.

BACA JUGA:KPU Rejang Lebong Vermin 5.190 Dukungan Balon DPD RI

BACA JUGA:Kepsek Diminta Berinovasi

"Desa dimaksud yakni Desa Air Nau, Apur, Jabi, Karang Pinang, Lawang Agung, Lubuk Alai, Pengambang, Tanjung Agung, dan Tanjung Heran. Jadi semua desa di kecamatan itu terdampak," bebernya.

Jalan dengan kondisi rusak sepanjang 6 kilometer itu, sebut Mardin, selain digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari oleh warga setempat, juga digunakan sebagai rute pengiriman produksi hasil perkebunan dan pertanian masyarakat.

"Ada banyak komoditi perkebunan didalam sana, tidak hanya perkebunan tetapi juga ada komoditi holtikultura. Diantaranya ada kopi, karet, jahe dan cabai. Yang mana itu merupakan sumber mata pencaharian warga setempat," terangnya.

Dengan kondisi jalan yang rusak berat itu juga sambungnya, biaya ongkos angkutan baik orang maupun barang menjadi tinggi dan mahal.

Kategori :