Tahun Lalu Tak Tercapai, PAD GOR Kembali Ditarget Rp 30 Juta

Rabu 22-02-2023,00:00 WIB
Reporter : ARI MUHAMMAD RIDWAN
Editor : SARI APRIYANTI

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Rejang Lebong menyebut bahwa target pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari gedung olahraga (GOR) tahun 2023 sebesar Rp 30 juta.

"Tahun ini kita telah menarget PAD dari GOR sebesar Rp 30 juta, dimana angka itu berdasarkan kesepakatan saat pembahasan rancangan anggaran dan pendapat daerah (RAPBD) akhir tahun lalu," kata Kadispora Kabupaten Rejang Lebong, Drs Noprianto MM yang berhasil diwawancara wartawan koran ini, Selasa (21/2) kemarin.

PAD sebesar itu diperoleh dari sejumlah klub cabang olahraga (Cabor) yang ada. Disebutkannya, ada 5 klub yang sejauh ini dibebankan dan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 150 ribu per klub per bulan.

"Artinya dari 5 klub itu PAD yang berhasil terkumpul sampai dengan akhir tahun nanti ada diangka kisaran Rp 10 juta," katanya.

BACA JUGA:2023 Nihil Pengadaan BPBD Manfaatkan Stok Logistik 2022

BACA JUGA:9 Dosen UPP Dibantu Dana Penelitian, Senilai Rp 45 Juta

Noprianto melanjutkan, sehingga pada akhirnya pihaknya meminta kepada Bupati agar GOR kembali diberdayakan untuk penerimaan pameran dan semacamnya.

Ini tidak lain bertujuan untuk mengejar target PAD yang sudah ditetapkan tersebut.

"Kalau hanya berharap dari klub-klub saja tentu tidak akan memenuhi target. Makan kita minta izin Bupati supaya GOR ini juga bisa dimanfaatkan untuk pameran-pameran, tujuannya supaya ada PAD yang juga bisa ditarik dari situ," bebernya.

Dalam pembinaan cabor, kata Noprianto, diberikan semacam insentif bagi para klub.

BACA JUGA: Jadian 7 Hari, Pelajar SMP Diperkosa

BACA JUGA:10 Kasus DBD Serang Warga di Daerah Ini

Insentif yang diberikan yakni berupa pembebasan pembayaran retribusi bagi klub-klub yang melakukan pengembangan atlet usia anak-anak dan remaja.

"Insentif ini hanya berlaku bagi mereka, tapi berbeda ceritanya dengan klub-klub yang diisi oleh orang dewasa seperti basket, futsal dan voli yang sekedar ingin main dan latihan baru kita bebankan retribusi itu," jelasnya.

Menurut Noprianto, sebab selama ini dari Pemkab Rejang Lebong juga belum mampu memberikan bantuan lebih kepada para klub, baik dalam program pelatihan dan sebagainya.

Kategori :