Inilah Manfaat Mengonsumsi Pasta yang Didinginkan dan Dipanaskan Kembali bagi Gula Darah

Minggu 01-02-2026,12:41 WIB
Reporter : Lola Anggraeni
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Belakangan ini, muncul pembahasan menarik di kalangan pakar gizi mengenai manfaat mengonsumsi pasta yang telah dimasak, didinginkan, lalu dipanaskan kembali. Sejumlah ahli menilai bahwa pasta yang disimpan semalaman dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap pengendalian kadar gula darah dibandingkan pasta yang langsung dikonsumsi setelah matang.

Seperti dikutip dalam artikel New York Post, para ahli gizi menjelaskan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan proses kimia alami yang terjadi pada pati selama pendinginan dan pemanasan ulang. Proses ini menyebabkan sebagian pati dalam pasta berubah menjadi pati resisten, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna oleh tubuh.

Ahli gizi asal North Carolina, Ashley Kitchens, menjelaskan bahwa saat pasta dimasak, pati di dalamnya mengalami gelatinisasi, sehingga menjadi lebih lunak dan mudah diurai oleh enzim pencernaan. Namun, ketika pasta tersebut didinginkan dan kemudian dipanaskan kembali, sebagian pati yang semula mudah dicerna akan berubah menjadi pati resisten. Pati ini tidak langsung dipecah oleh tubuh menjadi glukosa.

BACA JUGA: Menaker Siapkan Transformasi BLK, Ini Tujuannya

BACA JUGA: Honda Brio Satya S CVT Resmi Meluncur, Ini Daftar Harga Lengkap Mobil LCGC Januari 2026

Karena lebih sulit dicerna, pati resisten menyebabkan penyerapan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih lambat. Dampaknya, lonjakan kadar gula darah setelah makan dapat ditekan. Selain itu, pati resisten memiliki fungsi yang menyerupai serat pangan, yakni menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik di dalam usus, sehingga turut mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Proses terbentuknya pati resisten dikenal dengan istilah retrogradasi. Pada tahap awal pemasakan, pati menyerap air dan mengembang sehingga mudah dicerna. Namun, setelah disimpan di lemari es selama sekitar 24 jam, struktur molekul pati mengalami perubahan dan menjadi lebih padat. Akibatnya, tubuh tidak mampu memecah pati tersebut secara sempurna.

Menurut ahli gizi dari The Ohio State University Wexner Medical Center, perubahan struktur pati ini membuat pasta yang telah didinginkan dan dipanaskan kembali cenderung menghasilkan energi yang sedikit lebih rendah. Selain itu, respons gula darah setelah mengonsumsinya juga lebih terkendali dibandingkan dengan pasta yang baru dimasak.

Hasil penelitian dari Universitas Surrey di Inggris turut memperkuat temuan tersebut. Penelitian itu menunjukkan bahwa konsumsi pasta yang dimasak, didinginkan, dan dipanaskan kembali dapat menurunkan kadar gula darah serta respons insulin, terutama bila pasta dimasak dalam kondisi al dente. Tekstur pasta yang tidak terlalu lunak dinilai turut berkontribusi dalam memperlambat proses pencernaan.

Meski demikian, Associate Professor dari University of South Florida College of Public Health, Lauri Wright, mengingatkan bahwa manfaat ini tidak bersifat mutlak dan dapat berbeda pada setiap individu. Faktor seperti kondisi kesehatan, sensitivitas insulin, serta pola makan secara keseluruhan turut memengaruhi respons tubuh terhadap karbohidrat.

Wright menegaskan bahwa metode ini memang dapat membantu mengurangi atau memperlambat kenaikan kadar glukosa darah, tetapi tidak serta-merta menjadikan pasta sebagai makanan yang "aman sepenuhnya" bagi penderita gangguan gula darah. Pada penderita diabetes, pati resisten dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah, namun juga dapat memengaruhi kecepatan masuknya glukosa ke dalam aliran darah, yang berpotensi berdampak pada waktu kerja insulin.

BACA JUGA:Belajar Makan Sendiri Sejak Dini, Inilah Ide Finger Food MPASI yang Sehat dan Bergizi

BACA JUGA: Yuk Kenalan dengan Camilan Tradisional Berbahan Tepung Kacang Hijau

Para ahli juga sepakat bahwa pengaturan porsi tetap memegang peranan penting. Kitchens mengingatkan bahwa hanya sebagian kecil pati yang berubah menjadi pati resisten. Oleh karena itu, jika pasta dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, manfaat yang diperoleh akan jauh berkurang.

Selain metode pengolahan, keseimbangan menu secara keseluruhan tetap menjadi kunci. Mengombinasikan pasta dengan sumber protein, lemak sehat, serta sayuran berserat tinggi dapat membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kestabilan energi tubuh.

Kategori :