Waspada Bahaya Listrik Saat Banjir, Ini Imbauan dan Langkah Aman dari PLN

Selasa 03-02-2026,05:00 WIB
Reporter : Lola Anggraeni
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan, terutama di tengah meningkatnya intensitas hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik, seiring dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026.

Kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras yang berlangsung dalam durasi panjang, dapat menyebabkan genangan air bahkan banjir di kawasan permukiman. Situasi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berisiko menimbulkan bahaya kelistrikan apabila tidak disikapi dengan langkah pencegahan yang tepat. Oleh karena itu, PLN mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan listrik, khususnya saat kondisi lingkungan tidak aman akibat air.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama perusahaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Menurutnya, perlindungan terhadap pelanggan dan masyarakat luas menjadi fokus PLN dalam setiap kondisi darurat, termasuk saat terjadi banjir.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Kopi di Rejang Lebong Terpantau Stabil

BACA JUGA: Satresnarkoba Polres Rejang Lebong Bongkar Kebun Ganja Mini di Dalam Rumah

Gregorius menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami dan menerapkan langkah-langkah keselamatan kelistrikan, baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar. Kesadaran ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat listrik, seperti sengatan listrik maupun korsleting yang dapat berujung pada kebakaran. Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah langkah keselamatan yang perlu dilakukan ketika terjadi genangan air atau peningkatan permukaan air.

• Langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah memutus aliran listrik apabila air mulai memasuki rumah. Masyarakat dianjurkan untuk mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) yang terdapat pada meteran atau kWh meter. Tindakan ini sangat penting untuk mencegah risiko tersengat listrik akibat kontak antara air dan instalasi listrik.

• Langkah kedua, seluruh peralatan elektronik yang masih terhubung dengan stop kontak harus segera dicabut. Perangkat elektronik yang terendam atau terkena air berpotensi mengalami korsleting yang dapat membahayakan penghuni rumah. Apabila genangan air diperkirakan akan semakin tinggi, masyarakat disarankan untuk memindahkan peralatan listrik ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air.

• Langkah ketiga, sebelum peralatan listrik dan elektronik kembali digunakan, masyarakat harus memastikan bahwa seluruh perangkat tersebut benar-benar dalam kondisi kering. Penggunaan peralatan yang masih lembab atau basah sangat berbahaya karena air merupakan konduktor listrik yang kuat. Dengan memastikan kondisi peralatan aman, risiko kecelakaan listrik dapat diminimalkan.

Selain memberikan himbauan kepada masyarakat, PLN juga mengajak publik untuk berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya pada jaringan listrik akibat banjir atau dampak cuaca ekstrem lainnya. Laporan tersebut termasuk kondisi yang memerlukan penghentian sementara pasokan listrik demi menjaga keselamatan bersama. Dalam situasi tertentu, pemadaman sementara dapat menjadi langkah pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

BACA JUGA:Awas Tahu Tidak Layak Konsumsi ! Ini Tips Memilih Tahu yang Benar

BACA JUGA: Bikin Kaget ! BPOM Umumkan 26 Skincare Berbahaya yang Banyak Dipakai

Melalui penerapan langkah-langkah keselamatan yang tepat serta kerja sama antara masyarakat dan PLN, risiko bahaya kelistrikan dapat ditekan. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama agar dampak cuaca ekstrem tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.  

 

 

Kategori :