CURUPEKSPRESS.COM - Herd mentality atau mentalitas berkelompok merupakan fenomena sosial ketika seseorang cenderung mengikuti keputusan, sikap, atau pandangan mayoritas tanpa melalui pertimbangan pribadi yang mendalam. Dalam kondisi ini, individu lebih memilih menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar meskipun pilihan tersebut belum tentu sesuai dengan nilai, kebutuhan, atau keyakinannya sendiri. Fenomena herd mentality tidak hanya terjadi di ruang digital seperti media sosial, tetapi juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Secara alami, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan penerimaan dan rasa aman dari kelompok. Kecenderungan ini membuat seseorang merasa lebih percaya diri ketika bertindak sejalan dengan orang banyak. Namun, di sisi lain, dorongan untuk selalu mengikuti mayoritas dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, memahami herd mentality menjadi penting agar individu tidak mudah terjebak dalam pola pikir ikut-ikutan yang merugikan.
BACA JUGA: Tanah Terlantar Bisa Disita Negara? Ini Isi Lengkap PP 48 Tahun 2025 BACA JUGA: Cegah Kenaikan Harga Sembako, Disperindag Rejang Lebong Siap Gelar Operasi Pasar
1. Bentuk Herd Mentality dalam Kehidupan Sehari-hari
Herd mentality dapat ditemui dalam berbagai situasi yang sering kita alami. Berikut beberapa contoh nyata yang menggambarkan fenomena tersebut :
• Panic buying atau pembelian berlebihan
Salah satu contoh herd mentality yang paling mudah dikenali adalah panic buying. Fenomena ini sering muncul ketika beredar isu mengenai kelangkaan barang tertentu, seperti masker, obat-obatan, atau bahan pokok. Banyak orang membeli barang dalam jumlah besar karena melihat orang lain melakukan hal yang sama, bukan karena kebutuhan yang mendesak.
Perilaku ini biasanya dipicu oleh pemberitaan viral atau unggahan di media sosial. Akibatnya, barang yang sebelumnya cukup tersedia justru menjadi langka, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan kesulitan untuk mendapatkannya.
BACA JUGA:Tips Menurunkan Berat Badan di Pagi Hari
BACA JUGA: Menyimpan Makanan Sembarangan Bisa Berbahaya, Ini Solusi yang Disarankan Pakar
• Penyebaran informasi tanpa verifikasi
Di era digital, herd mentality juga tampak dalam kebiasaan menyebarkan informasi yang sedang viral tanpa memastikan kebenarannya. Ketika sebuah berita dibagikan oleh banyak orang, individu cenderung menganggap informasi tersebut benar dan layak disebarluaskan.
Padahal, informasi tersebut bisa saja berupa hoaks atau berita yang menyesatkan. Dampaknya tidak hanya menimbulkan kebingungan, tetapi juga dapat memicu kepanikan dan konflik sosial di masyarakat.
• Mengikuti tren investasi, bisnis, dan gaya hidup
Banyak orang tertarik terjun ke dunia investasi atau bisnis tertentu hanya karena sedang populer. Contohnya, saat investasi kripto atau saham tertentu menjadi perbincangan hangat, tidak sedikit individu yang ikut berinvestasi tanpa memahami risiko dan mekanismenya.