Napas Tak Sedap Saat Ramadan? Ini Panduan Lengkap Mengatasinya

Minggu 15-02-2026,21:28 WIB
Reporter : Lola Anggraeni
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Bau mulut saat berpuasa merupakan kondisi yang sering dialami banyak orang, khususnya di bulan Ramadan. Selama kurang lebih 12 jam atau lebih tanpa asupan makanan dan minuman, produksi air liur di dalam mulut cenderung menurun. Padahal, air liur memiliki fungsi penting sebagai pembersih alami rongga mulut. Ketika jumlahnya berkurang, bakteri lebih mudah berkembang biak dan menghasilkan senyawa penyebab bau tidak sedap.

Dalam ajaran Islam, kondisi ini tidak perlu membuat seseorang merasa rendah diri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari No. 1894 dan Sahih Muslim No. 1151 disebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi. Hadits ini menunjukkan bahwa puasa memiliki kemuliaan tersendiri di hadapan Allah. Namun demikian, menjaga kebersihan dan kenyamanan saat berinteraksi tetaplah penting. Islam juga mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman, sehingga upaya merawat kesehatan gigi dan mulut tetap perlu dilakukan.

Secara medis, penyebab utama bau mulut saat puasa adalah kondisi mulut kering (xerostomia). Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur menurun. Akibatnya, sisa makanan dan sel-sel mati di dalam mulut tidak terbilas dengan optimal. Bakteri kemudian memecah zat-zat tersebut dan menghasilkan gas sulfur yang berbau menyengat. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka. Minumlah air putih sekitar dua liter per hari dengan pola bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, beberapa gelas setelah makan malam, dan sisanya saat sahur. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membantu menjaga kelembapan rongga mulut.

BACA JUGA:Sering Breakout Setelah Pakai Vitamin C? Ini Penyebab dan Solusi yang Tepat

BACA JUGA:Fakta Menarik tentang Kepribadian Penikmat Kopi Hitam yang Perlu Anda Tahu

Selain hidrasi, kebersihan gigi dan mulut harus tetap menjadi prioritas. Menyikat gigi minimal dua kali sehari setelah berbuka dan setelah sahur dengan teknik yang benar dapat mencegah penumpukan plak. Jangan lupa membersihkan lidah karena permukaannya sering menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Penggunaan benang gigi juga membantu membersihkan sela-sela yang tidak terjangkau sikat. Jika diperlukan, berkumur dengan obat kumur antiseptik dapat menjadi pelengkap perawatan untuk membantu mengurangi bakteri penyebab bau.

Faktor makanan juga berperan besar dalam menentukan kesegaran napas. Saat sahur atau berbuka, sebaiknya kurangi konsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang, daging merah, atau makanan yang terlalu banyak rempah. Makanan tinggi gula juga dapat memicu pertumbuhan bakteri. Selain itu, minuman berkafein seperti kopi dapat memperparah mulut kering karena bersifat diuretik. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang kaya air dan serat, seperti mentimun, apel, pir, atau semangka. Tekstur renyah buah dan sayur tertentu membantu membersihkan permukaan gigi secara alami sekaligus merangsang produksi air liur.

Ramadan juga bisa menjadi momen refleksi untuk menghentikan kebiasaan merokok. Rokok tidak hanya menyebabkan bau mulut, tetapi juga menghambat produksi air liur dan merusak jaringan gusi. Dalam jangka panjang, merokok dapat memicu perubahan warna gigi dan meningkatkan risiko penyakit periodontal. Dengan berhenti merokok, seseorang tidak hanya menjaga kesegaran napas, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

BACA JUGA:Kulit Awet Muda Bukan Mitos, Ini Rekomendasi Makanan Anti-Aging

BACA JUGA:Inilah Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan Saat Berbuka Puasa dan Cara Mengatasinya !

Tidak kalah penting, periksakan kondisi gigi secara berkala. Masalah seperti gigi berlubang, karang gigi, atau radang gusi sering kali menjadi sumber bau mulut yang tidak disadari. Saat berpuasa, kondisi mulut yang kering dapat memperburuk gejala tersebut. Penanganan dini oleh dokter gigi akan membantu mencegah masalah berkembang lebih lanjut.

Bagi pengguna retainer atau gigi palsu, kebersihan alat tersebut juga wajib diperhatikan. Retainer dan gigi palsu yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Membersihkannya setiap hari, terutama setelah sahur, akan membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan selama berpuasa.

Bau mulut saat puasa adalah hal yang wajar secara biologis dan memiliki nilai spiritual dalam ajaran Islam. Dengan mencukupi cairan, menjaga kebersihan gigi, memilih makanan yang tepat, serta menghindari kebiasaan merokok, napas tetap segar dan rasa percaya diri pun terjaga selama Ramadan. 

Kategori :