Lonjakan Permintaan Ramadan, Waspadai Kurma Oplosan di Pasaran!
Lonjakan Permintaan Ramadan, Waspadai Kurma Oplosan di Pasaran!-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Setiap memasuki bulan Ramadan, permintaan kurma di berbagai daerah meningkat secara signifikan. Buah yang identik dengan kawasan Timur Tengah ini hampir tidak pernah absen sebagai hidangan pembuka saat waktu berbuka puasa tiba. Selain mengikuti anjuran dalam tradisi Islam untuk berbuka dengan yang manis, kurma juga dipilih karena kandungan gizinya yang melimpah.
Di dalamnya terdapat vitamin, mineral, zat besi, kalium, serat, serta antioksidan yang berperan membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan kurma bukan sekadar pelengkap berbuka, melainkan sumber energi yang bermanfaat bagi tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
BACA JUGA:Karyawan Koperasi Dilaporkan Hilang Usai Nginap di Kantoro
BACA JUGA:Alternatif Hukuman Penjara, Pemkab Rejang Lebong Matangkan Penerapan Pidana Kerja Sosial
Secara alami, kurma mengandung gula sederhana seperti glukosa dan fruktosa dalam kadar yang cukup tinggi. Gula alami ini mudah diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan energi dengan cepat tanpa memerlukan tambahan pemanis. Oleh sebab itu, kurma sebenarnya telah memiliki rasa manis yang khas dan seimbang.
Namun, meningkatnya minat masyarakat terhadap kurma pada bulan Ramadan juga membuka peluang bagi praktik kurang bertanggung jawab. Tidak semua kurma yang beredar di pasaran benar-benar murni. Sebagian di antaranya diduga telah diberi tambahan larutan gula atau pemanis buatan guna meningkatkan cita rasa sekaligus memperbaiki tampilan.
Agar tidak salah memilih, konsumen perlu memahami beberapa ciri kurma yang kemungkinan telah dicampur dengan pemanis tambahan.
• Ciri pertama dapat dikenali dari rasanya. Jika memiliki kesempatan untuk mencicipi sebelum membeli, perhatikan sensasi manis yang muncul. Kurma yang diberi tambahan gula umumnya memiliki rasa manis yang sangat kuat dan terasa tajam di gigi. Bahkan, tidak jarang menimbulkan sensasi ngilu ketika digigit. Rasa manisnya cenderung hanya terasa di permukaan buah.
BACA JUGA:Pemkab Perjuangkan 1.900 Unit Bedah Rumah ke Kementerian PKP
BACA JUGA:11 Poin Strategis jadi Arah Pembangunan Rejang Lebong TA 2027
Sebaliknya, kurma alami memiliki cita rasa manis yang lebih lembut, tidak menusuk, dan meresap hingga ke bagian dalam daging buah.
• Ciri kedua berkaitan dengan tekstur. Kurma yang masih alami umumnya bertekstur padat dan agak kenyal ketika ditekan. Permukaannya tidak terlalu basah atau lengket secara berlebihan. Sementara itu, kurma yang telah direndam atau dilapisi cairan gula biasanya terasa lebih lunak dan lembek. Kondisi ini dapat terjadi akibat proses pemanasan yang dilakukan saat larutan gula ditambahkan agar meresap ke bagian luar buah. Tekstur yang terlalu lembut patut diwaspadai, terutama jika tidak sesuai dengan jenis kurma yang dijual.
• Ciri ketiga yang relatif mudah diamati adalah keberadaan semut. Kurma dengan tambahan pemanis cenderung lebih cepat dikerubuti semut, khususnya apabila dibiarkan dalam keadaan terbuka. Kandungan gula tambahan di permukaan buah menjadi daya tarik tersendiri bagi serangga tersebut. Sebaliknya, kurma alami biasanya tidak langsung menarik semut dalam waktu singkat karena gula alaminya tersimpan lebih merata di dalam daging buah, bukan menumpuk di bagian luar.
Sumber: