Hindari Lemas Saat Puasa! Ini Pola Makan Sehat yang Dianjurkan

Minggu 22-02-2026,13:32 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

 

CURUPEKSPRESS.COM - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Sari Nur Arofah, menjelaskan bahwa pemilihan makanan saat sahur memegang peranan penting dalam menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, konsumsi makanan yang kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan, sangat dianjurkan karena dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Serat dicerna secara perlahan oleh tubuh sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Hal ini membuat kadar gula darah lebih stabil dan membantu seseorang tetap bertenaga sepanjang hari.

Selain memperbanyak asupan serat, masyarakat juga diimbau untuk menghindari makanan yang tinggi kandungan minyak. Makanan berminyak cenderung memperlambat proses pencernaan dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. Tidak jarang, konsumsi makanan seperti ini menyebabkan tubuh terasa lebih mudah mengantuk dan kurang bersemangat pada siang hari. Oleh sebab itu, pemilihan metode pengolahan makanan, seperti direbus, dikukus, atau dipanggang, dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan dengan digoreng.

Di samping serat, asupan protein juga tidak kalah penting. Protein berfungsi sebagai zat pembangun yang membantu memperbaiki dan memelihara jaringan tubuh. Ketika seseorang berpuasa, tubuh tetap menjalankan berbagai aktivitas metabolisme sehingga memerlukan asupan gizi yang memadai. Lauk-pauk seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, tempe, dan tahu dapat menjadi pilihan sumber protein yang baik. Dengan terpenuhinya kebutuhan protein, daya tahan tubuh akan lebih terjaga sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Sari Nur Arofah menekankan bahwa makanan yang dikonsumsi saat sahur maupun berbuka sangat menentukan kondisi fisik selama Ramadan. Pola makan yang kurang seimbang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, pusing, bahkan mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa menu yang disajikan mengandung unsur gizi yang lengkap, yaitu karbohidrat sebagai sumber energi, protein sebagai zat pembangun, lemak dalam jumlah wajar, vitamin, mineral, serta serat.

Ketika waktu berbuka tiba, masyarakat dianjurkan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Setelah seharian berpuasa, lambung berada dalam kondisi kosong sehingga perlu beradaptasi kembali. Proses berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan air putih dan makanan ringan yang mudah dicerna, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama setelah salat. Cara ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mencegah rasa begah atau sesak pada perut.

Selain itu, masyarakat juga perlu membatasi konsumsi makanan yang terlalu manis, asin, dan berlemak. Meskipun makanan manis kerap menjadi pilihan saat berbuka untuk mengembalikan energi, konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Begitu pula dengan makanan yang tinggi garam dan lemak, yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jangka panjang.

Asupan cairan juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Tubuh manusia memerlukan cairan yang cukup agar fungsi organ berjalan dengan baik. Dinas Kesehatan menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar delapan gelas air per hari. Pembagiannya dapat dilakukan saat sahur, ketika berbuka, setelah salat magrib, isya dan tarawih, serta sebelum tidur. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa menimbulkan rasa kembung akibat minum dalam jumlah besar sekaligus.

Tidak hanya soal makanan dan minuman, pengaturan gaya hidup selama Ramadan juga berpengaruh besar terhadap kesehatan. Aktivitas fisik tetap perlu dilakukan secara proporsional agar kebugaran terjaga, namun sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh. Waktu istirahat yang cukup juga penting untuk memulihkan energi. Di samping itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi langkah preventif untuk menghindari penularan penyakit.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu mengontrol berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Namun, manfaat tersebut hanya dapat dirasakan apabila puasa dijalankan dengan pola hidup yang sehat dan seimbang.

Dengan menerapkan pola hidup yang tepat, puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan. 

 

 

 

Kategori :