CURUPEKSPRESS.COM - Buah-buahan dikenal sebagai salah satu sumber pangan bergizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Kandungan vitamin, mineral, serat, serta antioksidan di dalamnya berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan mendukung fungsi organ secara optimal. Namun, di balik manfaat tersebut, tidak semua buah aman jika dikonsumsi secara bersamaan. Mengombinasikan buah secara sembarangan justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
Mengutip laporan dari CNBC Indonesia yang merujuk pada penjelasan konselor diet Dr. Swathi Reddy melalui Health Shots, disebutkan bahwa meskipun buah tergolong sehat, mencampur berbagai jenis buah dengan komposisi tertentu dapat memicu masalah pada sistem pencernaan. Reaksi kimiawi di dalam lambung, proses fermentasi, hingga gangguan penyerapan zat gizi menjadi beberapa risiko yang mungkin terjadi apabila kombinasi buah tidak diperhatikan.
Secara ilmiah, setiap jenis buah memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi kadar air, kandungan gula, tingkat keasaman, maupun komposisi pati dan protein. Perbedaan inilah yang memengaruhi cara tubuh mencernanya. Berikut beberapa kombinasi buah yang sebaiknya dihindari.
BACA JUGA:Alasan Air Beras Baik untuk Pertumbuhan Rambut, Salah Satunya Ini
BACA JUGA:Kandungan dan Manfaat Timun Suri yang Jarang Diketahui, Cocok untuk Menu Diet Sehat
1. Melon atau semangka dengan buah lain
Melon dan semangka memiliki kandungan air yang sangat tinggi serta dicerna lebih cepat dibandingkan sebagian besar buah lainnya. Karena proses cernanya relatif singkat, mencampurnya dengan buah yang membutuhkan waktu cerna lebih lama dapat menyebabkan makanan tertahan di lambung. Kondisi ini berpotensi memicu fermentasi, menghasilkan gas berlebih, serta menimbulkan rasa kembung dan tidak nyaman.
Dr. Reddy menyarankan agar melon dikonsumsi bersama sesama jenisnya saja atau dimakan secara terpisah sebagai camilan tunggal. Cara ini dinilai lebih ramah bagi sistem pencernaan.
2. Buah berpati dengan buah berprotein tinggi
Contoh buah berpati adalah pisang, sedangkan buah yang relatif lebih tinggi kandungan proteinnya antara lain jambu biji, kiwi, alpukat, aprikot kering, dan blackberry. Kombinasi keduanya dalam satu sajian, seperti salad buah, tampak menarik dan lezat, tetapi dapat membebani sistem pencernaan.
BACA JUGA:Manfaat Vitamin C dan Daftar Buah Terbaik untuk Memenuhinya
BACA JUGA:Idulfitri 1447 H Berpotensi Diguyur Hujan, Ini Prediksi Lengkap dari BMKG
Tubuh memerlukan lingkungan asam untuk mencerna protein, sedangkan pati lebih optimal diuraikan dalam suasana yang cenderung basa. Perbedaan kebutuhan tersebut dapat menghambat proses pemecahan zat gizi, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dikhawatirkan memengaruhi efektivitas penyerapan nutrisi.
3. Buah asam dengan buah manis