Selain itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa sayuran dari keluarga Allium mengandung senyawa sulfur yang berpotensi membantu menurunkan risiko beberapa penyakit kronis apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang.
• Pemanfaatan Bawang Perai dalam Masakan
Dalam dunia kuliner, bawang perai dikenal sebagai bahan yang sangat fleksibel. Rasanya yang lembut membuatnya cocok digunakan dalam berbagai jenis hidangan. Bawang perai sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar sup, saus, maupun tumisan sayuran.
Beberapa hidangan internasional yang menggunakan bawang perai antara lain sup krim bawang perai, vichyssoise, serta berbagai jenis pai gurih seperti quiche. Dalam penggunaannya, bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah batang putih hingga bagian hijau muda. Sebelum dimasak, bawang perai perlu dicuci dengan teliti karena tanah sering terselip di antara lapisan daunnya.
BACA JUGA: PO Baru Mulai Beroperasi di Terminal Simpang Nangka, Perkuat Layanan Mudik Lebaran 2026
• Budidaya Bawang Perai
Bawang perai juga dapat dibudidayakan secara mandiri di rumah. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki pH netral, yaitu sekitar 6,5 hingga 7,5. Suhu yang ideal untuk pertumbuhannya berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celsius.
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan melalui biji ataupun dengan memisahkan anakan dari tanaman induk. Perawatan bawang perai tergolong cukup mudah, yaitu dengan melakukan penyiraman secara teratur serta memberikan pupuk yang seimbang. Dengan perawatan yang baik, tanaman ini dapat tumbuh subur dan siap dipanen untuk dimanfaatkan dalam berbagai hidangan.