Kanker dan Faktor Keturunan, Seberapa Besar Risiko yang Bisa Diwariskan?

Sabtu 14-03-2026,19:30 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Tidak semua kasus kanker muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Dalam dunia medis, diketahui bahwa sebagian risiko kanker dapat berkaitan dengan faktor keturunan. Artinya, perubahan gen tertentu yang dimiliki oleh orang tua dapat diwariskan kepada anak hingga generasi berikutnya. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua kanker bersifat turun-temurun.

Secara biologis, kanker terjadi ketika terdapat kerusakan atau perubahan pada gen di dalam sel tubuh. Gen merupakan bagian dari DNA yang berfungsi sebagai "instruksi biologis" untuk mengatur berbagai proses penting, seperti pertumbuhan, pembelahan, serta fungsi sel. Jika gen mengalami perubahan atau mutasi, mekanisme pengendalian sel dapat terganggu. Akibatnya, sel dapat berkembang secara tidak terkendali dan akhirnya membentuk sel kanker.

Sebagian besar mutasi gen yang menyebabkan kanker terjadi selama masa hidup seseorang. Perubahan tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti pertambahan usia, paparan zat berbahaya seperti asap rokok, polusi, bahan kimia, serta radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Kanker yang muncul akibat faktor-faktor tersebut dikenal sebagai kanker sporadis. Menurut berbagai penelitian medis, sekitar 90-95 persen kasus kanker termasuk dalam kategori ini.

Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil kasus kanker yang berkaitan dengan faktor genetik yang diwariskan dalam keluarga. Mutasi gen yang diturunkan sejak lahir ini dikenal sebagai mutasi herediter atau germline mutation. Mutasi tersebut terdapat di dalam sel reproduksi sehingga dapat diwariskan dari orang tua kepada anak.

Para ahli memperkirakan sekitar 5-10 persen dari seluruh kasus kanker di dunia berkaitan dengan faktor keturunan. Artinya, meskipun faktor genetik memiliki peran, sebagian besar kanker tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor lain seperti gaya hidup, lingkungan, dan proses penuaan.

Jika salah satu orang tua membawa mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker, setiap anak memiliki kemungkinan sekitar 50 persen untuk mewarisinya. Namun, mewarisi gen tersebut tidak selalu berarti seseorang pasti akan terkena kanker. Gen tersebut hanya meningkatkan risiko, sementara muncul atau tidaknya kanker juga dipengaruhi oleh faktor lain.

Beberapa jenis kanker diketahui lebih sering berkaitan dengan faktor genetik. Misalnya kanker payudara dan ovarium yang berkaitan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2, kanker usus besar yang berhubungan dengan sindrom Lynch, serta beberapa jenis kanker langka lainnya. Pada kasus mutasi gen BRCA, risiko kanker payudara pada perempuan bahkan dapat meningkat hingga puluhan persen lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Dalam praktik medis, riwayat kanker dalam keluarga sering menjadi petunjuk penting untuk mendeteksi kemungkinan kanker turunan. Beberapa tanda yang biasanya diperhatikan oleh dokter antara lain:

• Kanker muncul pada usia relatif muda, misalnya sebelum usia 50 tahun.

• Beberapa anggota keluarga dalam satu garis keturunan mengalami kanker.

• Jenis kanker yang muncul saling berkaitan secara genetik, misalnya kanker payudara dan ovarium.

• Ada anggota keluarga yang diketahui memiliki mutasi gen dari hasil tes genetik.

• Seseorang mengalami lebih dari satu jenis kanker dalam hidupnya.

Semakin banyak anggota keluarga yang mengalami kanker dengan pola seperti ini, semakin besar kemungkinan terdapat faktor genetik yang berperan.

Kategori :