Program Cek Kesehatan Gratis di Rejang Lebong Semakin Diminati

Sabtu 25-04-2026,09:59 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, terus memperluas sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, khususnya penyakit tidak menular (PTM).

Upaya ini dilakukan secara menyeluruh di 15 kecamatan dengan melibatkan seluruh puskesmas yang ada di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Asep Setia Budiman, menjelaskan bahwa program CKG hadir sebagai bentuk pelayanan preventif yang memudahkan masyarakat untuk memantau kondisi kesehatannya tanpa biaya. Program ini dinilai penting mengingat tren peningkatan kasus PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi yang kerap tidak terdeteksi sejak dini.

Menurutnya, masyarakat cukup mendatangi puskesmas terdekat dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta asam urat.

Layanan ini telah tersedia di 21 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga aksesnya relatif mudah dijangkau oleh masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada layanan di fasilitas kesehatan, Dinkes juga mengembangkan pendekatan jemput bola melalui pemeriksaan massal. Masyarakat yang ingin mengadakan pemeriksaan bersama dapat berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat. Nantinya, tenaga kesehatan akan turun langsung ke lapangan dan memberikan pelayanan di lokasi yang disepakati, seperti balai desa, masjid, atau fasilitas umum lainnya.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses atau kesibukan.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Rejang Lebong, lebih dari 10.000 warga telah memanfaatkan program CKG sejak diluncurkan. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Namun demikian, Dinkes menilai bahwa cakupan tersebut masih perlu diperluas agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

Untuk itu, melalui Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM), Dinkes terus mengintensifkan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan. Sosialisasi dilakukan dalam berbagai kesempatan, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung, kerja sama dengan pemerintah desa, maupun melalui kader kesehatan di masing-masing wilayah.

Materi yang disampaikan tidak hanya terkait layanan CKG, tetapi juga mencakup pola hidup sehat, seperti pentingnya aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pengendalian faktor risiko seperti merokok dan konsumsi gula berlebih.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menekankan pendekatan promotif dan preventif dalam sistem pelayanan kesehatan. Dalam berbagai publikasi resmi, disebutkan bahwa sebagian besar kasus PTM dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini yang konsisten.

Oleh karena itu, program seperti CKG menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kronis.

Asep menegaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan secara masif merupakan bagian dari upaya menyukseskan program kesehatan nasional, sekaligus membangun pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan yang telah disediakan pemerintah.

Kategori :