Bulog Rejang Lebong Serap Maksimal Gabah Petani

Kamis 04-06-2026,16:15 WIB
Editor : Ab Gafur

  CURUPEKSPRESS.COM - Perum Bulog Kantor Cabang Rejang Lebong yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu berhasil mencatat capaian positif dalam penyerapan hasil panen petani. Terhitung sejak Januari hingga pertengahan April 2026, jumlah gabah kering panen (GKP) yang berhasil diserap telah mencapai 1.851,5 ton.

Angka ini tidak hanya menunjukkan kinerja yang optimal, tetapi juga melampaui target yang telah ditetapkan untuk tahun ini.

 
Pimpinan Bulog Cabang Rejang Lebong, A Musalim Yudha, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan tersebut telah melebihi target tahunan sebesar 1.000 ton. Hingga 19 April 2026, pihaknya telah menyerap hampir dua kali lipat dari target awal.   Hal ini menjadi indikator kuat bahwa produksi padi di wilayah tersebut cukup baik, sekaligus menunjukkan tingginya partisipasi petani dalam mendukung program penyerapan pemerintah.   Sebagian besar gabah yang diserap berasal dari Kabupaten Lebong, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Bengkulu. Kondisi geografis serta dukungan sektor pertanian yang memadai menjadikan daerah ini sebagai kontributor utama dalam penyediaan bahan pangan, khususnya beras.   Tidak hanya fokus pada gabah, Bulog Cabang Rejang Lebong juga melakukan penyerapan beras kualitas medium. Hingga periode yang sama, tercatat sebanyak 237,7 ton beras telah berhasil dibeli dari petani, dari total target tahunan sebesar 812 ton. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.   Dalam pelaksanaannya, Bulog tetap mengacu pada kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk gabah kering panen, harga yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan untuk beras medium sebesar Rp12.000 per kilogram.   Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan jaminan harga kepada petani agar mereka tetap memperoleh keuntungan yang layak, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi sektor pertanian. Secara umum, mayoritas pengadaan gabah dan beras masih didominasi oleh Kabupaten Lebong.   Sementara itu, pasokan tambahan berasal dari Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong dalam jumlah yang lebih terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi produksi masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu yang memiliki produktivitas tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hasil panen, Bulog menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya adalah penggilingan padi lokal yang berperan penting dalam proses pengolahan gabah menjadi beras.   Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Lebong, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, serta aparat TNI melalui Kodim setempat. Sinergi ini dinilai penting guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan tepat sasaran.   Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, musim panen di Kabupaten Lebong saat ini mulai memasuki fase akhir. Meski demikian, Bulog tetap berkomitmen untuk memaksimalkan penyerapan selama masa panen masih berlangsung.   Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di tengah dinamika produksi dan distribusi hasil pertanian. Secara lebih luas, peran Bulog dalam menyerap hasil panen petani merupakan bagian dari strategi stabilisasi pangan yang dicanangkan pemerintah.   Penyerapan ini tidak hanya membantu petani dalam menjual hasil panennya dengan harga yang layak, tetapi juga berfungsi sebagai cadangan pangan nasional untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, seperti kenaikan harga atau kekurangan pasokan di masa mendatang.   Capaian penyerapan gabah oleh Bulog Cabang Rejang Lebong yang melampaui target menunjukkan kinerja yang efektif sekaligus mencerminkan kondisi produksi pertanian yang cukup baik di wilayah tersebut. Ke depan, sinergi yang berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Bengkulu.             
Tags : #rejang lebong #gabah petani #bulog
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini