Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Purging dan Breakout pada Kulit Wajah

 Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Purging dan Breakout pada Kulit Wajah

Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Purging dan Breakout pada Kulit Wajah--

CURUPEKSPRESS.COM - Dalam dunia perawatan kulit, istilah purging dan breakout semakin sering digunakan, terutama di kalangan pengguna skincare. Keduanya kerap menjadi topik perbincangan karena sama-sama berkaitan dengan munculnya jerawat di wajah. Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih menganggap purging dan breakout sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki penyebab, proses, dan penanganan yang berbeda. Kesalahan dalam mengenali kondisi kulit justru dapat memperparah masalah yang ada.

Baik purging maupun breakout memang ditandai dengan kemunculan jerawat, sehingga sekilas tampak sulit dibedakan. Namun, memahami perbedaan keduanya sangat penting agar seseorang dapat menentukan langkah perawatan kulit yang tepat dan tidak tergesa-gesa menghentikan atau mengganti produk skincare yang sebenarnya masih dibutuhkan.

• Purging

Purging merupakan reaksi kulit yang muncul akibat proses pembersihan dan percepatan regenerasi sel kulit setelah penggunaan produk skincare tertentu. Kondisi ini umumnya dipicu oleh produk yang mengandung bahan aktif eksfoliasi, seperti asam alfa-hidroksi (AHA), asam beta-hidroksi (BHA), dan retinoid. Bahan-bahan tersebut bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit, sehingga sel kulit mati lebih cepat terangkat ke permukaan.

Menurut informasi kesehatan kulit yang dibagikan oleh Halodoc, proses purging terjadi ketika lapisan kulit mengalami pembaruan secara intens. Akibatnya, kotoran, minyak berlebih, sebum, dan sisa sel kulit mati yang sebelumnya terperangkap di dalam pori-pori akan terdorong keluar lebih cepat. Kondisi inilah yang memicu munculnya jerawat sementara.

Ciri khas purging adalah jerawat yang muncul di area wajah yang sebelumnya memang sering berjerawat. Selain itu, jerawat akibat purging cenderung lebih cepat mereda dibandingkan jerawat biasa. Setelah fase ini terlewati, kulit umumnya akan tampak lebih bersih, halus, dan sehat karena sel kulit baru yang lebih segar telah muncul ke permukaan.

BACA JUGA: Khasiat Minyak Kemiri untuk Kesehatan Rambut dan Kulit Secara Alami

BACA JUGA: Sering Diabaikan, Ini Aturan Penulisan Nama di Paspor yang Bisa Gagalkan Perjalanan

• Breakout

Berbeda dengan purging, breakout merupakan kondisi ketika kulit mengalami reaksi negatif akibat ketidakcocokan dengan produk skincare yang digunakan. Produk tersebut biasanya tidak mengandung bahan aktif yang berfungsi mempercepat regenerasi sel kulit, melainkan justru memicu iritasi, penyumbatan pori-pori, atau peradangan.

Halodoc juga menjelaskan bahwa breakout tidak hanya dipicu oleh produk skincare, tetapi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti stres yang tidak terkelola dengan baik, perubahan hormon, kurangnya waktu istirahat, hingga pola makan yang tinggi gula dan lemak. Oleh karena itu, penanganan breakout perlu disesuaikan dengan faktor penyebab yang mendasarinya.

Jerawat breakout biasanya muncul di area wajah yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah berjerawat. Jumlah jerawat yang timbul pun dapat cukup banyak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, yakni sekitar delapan hingga sepuluh hari, bahkan bisa lebih jika tidak ditangani dengan tepat.

Ketika kulit mengalami purging, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah bersabar dan tetap memperlakukan kulit dengan lembut. Menghindari penggunaan produk yang terlalu keras serta menjaga kelembapan kulit menjadi langkah penting karena kondisi kulit cenderung lebih sensitif selama proses ini berlangsung.

Sementara itu, jika jerawat yang muncul merupakan breakout akibat ketidakcocokan produk, sebaiknya penggunaan skincare tersebut segera dihentikan. Selain itu, disarankan untuk menghindari produk dengan kandungan yang berpotensi mengiritasi kulit, seperti alkohol, silikon, dan lanolin.

Sumber: