Rahasia Berat Badan Anak Ideal, Apakah Susu Tinggi Kalori Benar-Benar Diperlukan?

Rahasia Berat Badan Anak Ideal, Apakah Susu Tinggi Kalori Benar-Benar Diperlukan?

Rahasia Berat Badan Anak Ideal, Apakah Susu Tinggi Kalori Benar-Benar Diperlukan?-Ist-

Namun, para ahli menegaskan bahwa susu sebaiknya hanya berfungsi sebagai pelengkap nutrisi, bukan sumber makanan utama. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan bahwa pada Anak usia di atas satu tahun, sekitar 70 persen kebutuhan kalori seharusnya berasal dari makanan padat, sedangkan susu hanya menyumbang sebagian kecil dari total kebutuhan energi harian.

BACA JUGA:Inilah Keunggulan Vivo V70 Series yang Baru Diluncurkan di Indonesia

BACA JUGA:Merokok Setelah Makan Terasa Nikmat, Tapi Ini Risiko Besar bagi Kesehatan

Artinya, meskipun susu tinggi kalori dapat membantu meningkatkan asupan energi, pola makan seimbang tetap menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan anak.

• Pentingnya Konsultasi dengan Dokter

Dalam praktiknya, masih banyak orang tua yang memberikan susu tinggi kalori kepada anak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Bahkan, tidak sedikit yang membeli produk tersebut secara daring atas inisiatif sendiri. Padahal, setiap anak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda.

Selain itu, cara penyajian susu juga harus diperhatikan. Kesalahan dalam pengadukan atau takaran dapat memengaruhi kandungan nutrisi yang diterima tubuh anak. Akibatnya, meskipun telah mengonsumsi susu tinggi kalori, berat badan anak tetap tidak mengalami peningkatan.

Dokter juga dapat membantu menentukan jadwal pemberian susu yang tepat. Secara umum, konsumsi susu anak sebaiknya tidak berlebihan. Beberapa pedoman nutrisi menyarankan konsumsi susu sekitar 2-3 kali sehari dengan jumlah tidak lebih dari 500-600 mililiter, agar tidak mengganggu asupan makanan utama anak.

• Pengaruh terhadap Nafsu Makan Anak

Sebagian orang tua khawatir bahwa pemberian susu tinggi kalori dapat membuat anak cepat kenyang dan menurunkan nafsu makan. Namun, menurut dr. Ian, jika diberikan dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat, hal tersebut justru dapat membantu memperbaiki kondisi gizi anak.

BACA JUGA:Wabup Rejang Lebong Hendri Praja Dilepas usai Diperiksa KPK Dugaan Kasus Suap Proyek

BACA JUGA:Sering Bangun Tidur dengan Mulut Pahit? Kenali Penyebab dan Solusi Tepatnya

Ketika kebutuhan nutrisi terpenuhi, sistem pencernaan anak akan bekerja lebih optimal. Penyerapan nutrisi di dalam usus menjadi lebih baik sehingga tubuh anak mampu memanfaatkan makanan dengan maksimal. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan nafsu makan anak.

Dengan pendekatan yang tepat, pertumbuhan anak dapat berlangsung optimal tanpa risiko kekurangan maupun kelebihan gizi. 

Sumber: