Pentingnya Kegunaan Solflen Bagi Kesehatan

Pentingnya Kegunaan Solflen Bagi Kesehatan

ILUSTRASI/Soflen.-ILUSTRASI/NET-

CURUPEKSPRESS.COM - Bagi banyak orang, softlens bukan sekadar alat bantu penglihatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern.

Ada yang menggunakannya untuk alasan medis, misalnya untuk menggantikan fungsi kacamata, dan ada pula yang memakainya semata-mata untuk mempercantik penampilan. Lensa kontak memang praktis serta bisa memberikan kesan lebih menarik, namun di balik itu terdapat potensi risiko yang tidak boleh diabaikan.

Salah satu masalah yang sering dialami para pengguna softlens adalah mata merah. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan pada mata.

Walaupun tidak selalu berkaitan langsung dengan penyakit serius seperti uveitis atau peradangan dalam mata, mata merah tetap perlu diperhatikan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala ringan ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mata yang lebih serius.

BACA JUGA:Inilah Rekomendasi Makanan Pereda Asam Lambung ! Solusi Nyaman untuk Penderita GERD

BACA JUGA:Tetap Fit di Usia 40-an, Begini Cara Joe Taslim Jaga Stamina dan Kesehatan Mental !

Menurut Dr. Referano Agustiawan, Direktur RS Mata JEC @ Menteng sekaligus konsultan spesialis vitreoretina, penggunaan softlens sebenarnya aman selama mengikuti aturan pemakaian dan perawatan yang tepat.

Sayangnya, masih banyak orang yang abai terhadap aturan tersebut, sehingga meningkatkan risiko gangguan pada kornea. Kornea merupakan lapisan bening di depan mata yang berfungsi melindungi dan membantu memfokuskan cahaya. Jika terjadi kerusakan pada bagian ini, penglihatan bisa terganggu secara permanen.

Dr. Referano menjelaskan bahwa tanda bahaya utama saat memakai softlens adalah ketidaknyamanan.

Lensa kontak yang sehat seharusnya terasa ringan, bahkan nyaris tidak terasa ketika dipakai. Jika mulai menimbulkan rasa sakit, terasa mengganjal, atau disertai dengan kemerahan pada mata, sebaiknya segera dilepaskan dan lakukan pemeriksaan ke dokter mata. Mengabaikan gejala tersebut hanya akan memperparah kondisi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebersihan softlens adalah faktor yang paling menentukan. Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis bisa mengakibatkan infeksi kornea atau bahkan ulkus kornea, yaitu luka terbuka pada kornea. Infeksi ini bisa merusak jaringan mata, meninggalkan bekas permanen, dan dalam kasus terburuk berujung pada kebutaan.

Risiko ini meningkat tajam bila pengguna mencoba melakukan pengobatan mandiri dengan obat tetes yang tidak sesuai anjuran dokter. Beberapa jenis obat justru dapat memperparah infeksi dan mempercepat kerusakan jaringan kornea.

Fenomena yang cukup mengkhawatirkan adalah munculnya praktik berbahaya yang viral di media sosial, yaitu membersihkan softlens menggunakan air liur.

Menurut Dr. Referano, kebiasaan ini sangat berbahaya karena air liur mengandung banyak bakteri. Jika bakteri masuk ke mata melalui lensa kontak, risiko infeksi menjadi sangat tinggi. Dampaknya bukan hanya iritasi atau rasa sakit, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan kornea yang permanen hingga mengancam penglihatan.

Sumber: