Kulit Kusam Saat Puasa? Coba Tips Herbal Ramadan ala dr. Zaidul Akbar

Kulit Kusam Saat Puasa? Coba Tips Herbal Ramadan ala dr. Zaidul Akbar

Kulit Kusam Saat Puasa? Coba Tips Herbal Ramadan ala dr. Zaidul Akbar--

CURUPEKSPRESS.COM - Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan, muncul pembahasan mengenai perawatan diri selama berpuasa, khususnya agar kulit tetap sehat dan tampak cerah. Kondisi tubuh saat Ramadan memang mengalami perubahan pola makan dan waktu istirahat. Jika tidak disertai asupan yang tepat, sebagian orang dapat mengalami kulit kering, kusam, bahkan berjerawat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan dari dalam dan luar menjadi hal yang penting.

Praktisi kesehatan Zaidul Akbar pernah membagikan pandangannya mengenai kiat memperoleh wajah yang tampak segar secara alami. Ia menekankan bahwa kulit merupakan cerminan kondisi organ tubuh, terutama sistem pencernaan. Artinya, upaya mendapatkan kulit yang sehat tidak cukup hanya dengan perawatan luar, melainkan juga harus disertai pola konsumsi yang baik. Dalam salah satu penjelasannya melalui akun TikTok @drzaidulakbar.official, ia menyarankan penggunaan bahan alami yang minim risiko dan mudah diperoleh.

Salah satu bahan yang dianjurkannya adalah minyak zaitun. Ia mengingatkan bahwa untuk mendapatkan kulit bercahaya tidak selalu diperlukan biaya besar.

BACA JUGA:Veda Ega Pratama Curi Perhatianl

BACA JUGA: Uji Coba di F1 Bahrain, Mercedes Alami Masalah Teknis

Perawatan modern memang berkembang pesat, tetapi tidak sedikit yang memerlukan anggaran tinggi. Sebaliknya, bahan alami seperti minyak zaitun telah digunakan sejak lama dan memiliki nilai historis maupun religius dalam tradisi Islam.

Manfaat zaitun juga pernah disinggung oleh Kementerian Kesehatan dengan merujuk pada buku Sains dalam Al-Qur’an karya Nadiah Thayyarah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dan Al-Tirmidzi, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengonsumsi buah zaitun dan menggunakan minyaknya karena berasal dari pohon yang diberkahi. Riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi SAW kerap mengoleskan minyak zaitun ke tubuhnya sebagai bagian dari perawatan alami.

Secara ilmiah, minyak zaitun mengandung lemak sehat, terutama asam lemak tak jenuh tunggal, serta vitamin E dan vitamin K yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dalam satu hingga dua sendok makan (sekitar 15 ml), minyak zaitun mengandung sekitar 120 kalori, 13,5-14 gram lemak, sejumlah kecil kalsium, kalium, natrium, vitamin E, dan vitamin K. Kandungan tersebut dapat mendukung kesehatan kulit dengan menjaga kelembapan, meningkatkan elastisitas, serta membantu proses regenerasi sel.

Selama Ramadan, konsumsi minyak zaitun dapat dilakukan saat sahur atau berbuka dalam jumlah wajar. Namun, tetap diperlukan keseimbangan gizi, seperti asupan air putih yang cukup, konsumsi buah dan sayur, serta istirahat yang memadai.

BACA JUGA:Makanan Ini Bisa Bikin Gula Darah Naik, Waspada

BACA JUGA:Seni Mengubah Wajah Pendidikan Karakter Anak ?

Penggunaan minyak zaitun sebagai pelembap alami juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi kulit kering akibat perubahan pola makan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan kulit saat Ramadan tidak terlepas dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Perawatan alami seperti minyak zaitun dapat menjadi pilihan yang ekonomis dan bernilai historis-religius, tetapi tetap harus disertai pola hidup sehat. Kesehatan lahir dan batin yang terjaga akan menjadikan bulan suci terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan. 

 

Sumber: