Jarang Bergerak Bisa Merusak Mata? Ini Fakta Ilmiahnya
Jarang Bergerak Bisa Merusak Mata? Ini Fakta Ilmiahnya--
CURUPEKSPRESS.COM - Selama ini, layar gawai kerap menjadi pihak yang disalahkan ketika penglihatan mulai terasa buram. Tidak dapat dimungkiri, paparan layar dalam waktu lama memang berkontribusi terhadap kelelahan mata. Namun, ada faktor lain yang sering luput dari perhatian, yakni kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak. Gaya hidup sedentari ini ternyata memiliki dampak yang lebih luas, termasuk terhadap kesehatan mata.
Mengacu pada laporan dari Eating Well, kurangnya aktivitas fisik bukan hanya meningkatkan risiko kenaikan berat badan atau gangguan kardiovaskular, tetapi juga berpengaruh terhadap fungsi penglihatan. Bahkan, dampak tersebut dapat terjadi pada individu yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan mata.
Dalam publikasi ilmiah di jurnal Eye dijelaskan bahwa retina merupakan salah satu jaringan tubuh dengan kebutuhan energi paling tinggi. Retina berperan penting dalam menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal yang diteruskan ke otak. Untuk menjalankan fungsi tersebut secara optimal, sel-sel retina membutuhkan pasokan energi yang stabil dan memadai setiap hari.
Permasalahan muncul ketika tubuh jarang bergerak. Aktivitas fisik yang minim dapat memengaruhi kinerja mitokondria, yaitu organel sel yang bertugas menghasilkan energi. Ketika produksi energi menurun, kemampuan sel-sel mata untuk memperbaiki diri dan melindungi diri dari paparan radiasi ultraviolet, polusi udara, serta proses penuaan alami menjadi berkurang. Dampaknya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung perlahan dan sering kali tidak disadari hingga penglihatan mulai terasa menurun.
Selain memengaruhi produksi energi sel, gaya hidup kurang gerak juga berkaitan dengan munculnya peradangan kronis tingkat rendah di dalam tubuh. Peradangan ini berkontribusi terhadap percepatan proses degeneratif, termasuk pada jaringan mata. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak, degenerasi makula terkait usia, serta kerusakan retina. Ketiga kondisi ini merupakan penyebab umum gangguan penglihatan pada usia dewasa dan lanjut usia.
Kebiasaan menatap layar berjam-jam tanpa jeda semakin memperburuk keadaan. Mata jarang dialihkan untuk melihat objek jarak jauh, sehingga otot-otot mata terus-menerus bekerja pada jarak dekat. Minimnya paparan cahaya alami serta kurangnya sirkulasi darah yang optimal akibat duduk terlalu lama turut memengaruhi kesehatan jaringan mata. Dalam jangka panjang, kombinasi faktor-faktor ini dapat mempercepat timbulnya keluhan seperti mata kering, lelah, hingga gangguan fokus.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kaitan antara gaya hidup sedentari dan kadar gula darah. Kurang bergerak dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih resisten terhadap insulin. Apabila kadar gula darah terus berada pada tingkat tinggi, risiko retinopati diabetik meningkat. Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang menyerang pembuluh darah di retina dan berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan permanen. Kondisi ini menegaskan bahwa kesehatan mata tidak dapat dipisahkan dari kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Kabar baiknya, menjaga kesehatan mata tidak selalu memerlukan langkah yang rumit. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit setiap hari sudah dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, termasuk ke area mata. Selain itu, penerapan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik dapat membantu mengurangi ketegangan otot mata.
Pola makan juga berperan penting. Konsumsi sayuran hijau seperti bayam, sumber vitamin A seperti wortel, telur yang kaya lutein, ikan salmon yang mengandung asam lemak omega-3, serta kacang-kacangan dapat mendukung kesehatan retina. Tidak kalah penting, tidur yang cukup memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat dan melakukan proses pemulihan alami.
Menjaga kebiasaan aktif, menerapkan pola makan seimbang, serta memberi waktu istirahat yang cukup bagi mata merupakan langkah preventif yang efektif. Dengan perubahan sederhana namun konsisten, kesehatan penglihatan dapat dipertahankan hingga jangka panjang.
Sumber: